Lompat ke konten
Home » BERITA PRESTASI SEKOLAH » PENGEMBANGAN KOOKURIKULER DAN TRG DI SMANSATSET

PENGEMBANGAN KOOKURIKULER DAN TRG DI SMANSATSET

Judul Kolaborasi :

“Penguatan Pembelajaran Kokurikuler di SMA melalui Kolaborasi Teaching Research Group (TRG)”


🧩 1. Sinergi Konsep: Kokurikuler dan TRG

AspekKokurikuler (Panduan Kemendikbud)TRG (Rubito, 2025)
DefinisiKegiatan pembelajaran yang menguatkan kompetensi dan karakter siswa di luar pembelajaran intrakurikuler.Kelompok riset pengajaran berbasis kolaborasi guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
TujuanMendukung capaian Profil Pelajar Pancasila melalui pembelajaran bermakna, kontekstual, dan menyenangkan.Meningkatkan profesionalisme guru, menghasilkan strategi pembelajaran inovatif, dan berdampak nyata bagi siswa.
PendekatanKontekstual, lintas disiplin, dan berbasis tema kehidupan nyata.Reflektif, berbasis riset tindakan kelas, dan kolaboratif.
Fokus AkhirKompetensi siswa (8 dimensi profil lulusan).Kompetensi guru dan hasil belajar siswa.

🔄 2. Integrasi Strategis di Tingkat SMA

💡 Langkah-Langkah Kolaboratif:

  1. Pembentukan Tim Kokurikuler SMA yang Berbasis TRG
    • Tim TRG menjadi motor penggerak kegiatan kokurikuler.
    • TRG dibentuk berdasarkan bidang studi atau tingkat kelas, dengan fokus mendukung kegiatan berbasis tema kokurikuler.
  2. Identifikasi Masalah dan Kebutuhan Siswa
    • Guru melalui TRG menganalisis capaian pembelajaran intrakurikuler dan dimensi profil pelajar yang perlu dikuatkan.
    • Hasil analisis dijadikan dasar perumusan kegiatan kokurikuler (misalnya tema: “Sekolah Sehat”, “Wirausaha Muda”, dll).
  3. Perancangan Kegiatan Kokurikuler
    • TRG menyusun proyek kolaboratif lintas mata pelajaran (misalnya Biologi dan IPS untuk proyek “Bank Sampah Digital”).
    • Kegiatan melibatkan murid aktif, menggunakan teknologi, dan berbasis project-based learning.
  1. Implementasi dan Observasi
    • Kegiatan kokurikuler dilaksanakan, didampingi dan diamati oleh tim TRG.
    • Data diperoleh dari observasi langsung, umpan balik siswa, dan hasil kerja siswa.
  2. Refleksi dan Evaluasi oleh TRG
    • TRG mengevaluasi keberhasilan kegiatan kokurikuler dari segi pencapaian dimensi profil lulusan
    • Hasil refleksi dipakai untuk perbaikan dan dokumentasi praktik baik.

🌟 3. Keuntungan Kolaborasi Ini

Untuk SiswaUntuk Guru (TRG)Untuk Sekolah
– Pembelajaran bermakna dan nyata.
– Karakter dan kompetensi berkembang.
– Meningkatkan profesionalisme.
– Kolaboratif dan reflektif.
– Budaya akademik dan inovatif tumbuh.
– Menjadi sekolah pembelajar.

🛠 4. Contoh Implementasi Nyata di SMA

Tema Kokurikuler: “Sekolah Ramah Lingkungan”
Dimensi Profil: Kolaborasi, Penalaran Kritis, Kesehatan

Langkah Integrasi TRG:

  • TRG IPA & IPS mengidentifikasi isu lingkungan di sekolah.
  • Merancang proyek: Audit Sampah dan Kampanye Zero Waste.
  • Kegiatan dilakukan oleh murid, difasilitasi guru, lalu direfleksikan oleh TRG.
  • Hasil proyek dipublikasikan melalui media sosial sekolah.

📌 5. Catatan Penting untuk Kepala Sekolah

  • TRG dapat menjadi fondasi kuat dalam mendesain dan mengawal kegiatan kokurikuler.
  • Kolaborasi antar guru akan membuat kegiatan kokurikuler lebih terarah, berdampak, dan berkelanjutan.
  • Pendekatan ini menyatu dengan semangat 8 Profile Lulusan.

📄 Penutup

Kegiatan kokurikuler di tingkat SMA akan jauh lebih efektif dan bermakna bila dibangun dengan fondasi TRG. Guru tidak hanya sebagai pelaksana kegiatan, tapi sebagai perancang dan peneliti pembelajaran. Kegiatan kokurikuler bukan tambahan, tetapi ruang eksplorasi murid—yang dimotori oleh guru pembelajar sejati.

2 tanggapan pada “PENGEMBANGAN KOOKURIKULER DAN TRG DI SMANSATSET”

Komentar ditutup.

X