Ditulis oleh : Andi Jihan Al Zahira


Sangatta, 30 Juli 2025 – Pagi itu, mentari seolah bersembunyi di balik awan putih, menciptakan suasana sejuk yang menyelimuti lingkungan sekolah. Riuh suara siswa-siswi memenuhi area, menandakan semangat yang tak biasa. Bel berkumpul terdengar dari pengeras suara di berbagai sudut gedung, memberi isyarat agar seluruh siswa segera menuju lapangan.
Lapangan persegi yang dikelilingi pagar besi tinggi perlahan dipenuhi barisan siswa. Namun, apel pagi kali ini terasa berbeda dari biasanya—lebih istimewa dan bermakna.
Deklarasi SMANSATSET: Cerminan Demokrasi Sekolah
Dalam apel tersebut, setiap kelas menyiapkan perwakilan untuk menyampaikan hasil kesepakatan kelas mereka. Kesepakatan ini merupakan hasil musyawarah antara siswa dan wali kelas yang memuat nilai, komitmen, serta aturan bersama yang disepakati secara demokratis.
Para perwakilan kelas berdiri tegap, masing-masing membawa map berwarna biru, merah, atau kuning—melambangkan angkatan yang berbeda. Di dalam map terdapat selembar kertas utama berisi kesepakatan kelas yang akan dibacakan secara bergiliran di hadapan seluruh siswa dan guru.
Satu per satu mereka maju, menyuarakan hasil mufakat kelas dengan suara lantang dan penuh keyakinan. Suasana hening, khidmat, dan penuh rasa tanggung jawab.
“Beragam kesepakatan kelas di SMANSATSET merupakan cerminan demokrasi yang tumbuh dalam keberagaman untuk meraih satu cita-cita bersama, yaitu menjadi pelajar yang tangguh selama belajar di SMAN 1 Sangatta Selatan,” ungkap Rubito, Kepala SMAN 1 Sangatta Selatan, pada Kamis (30/07/2025).
Makna Akronim SMANSATSET dan Tujuan Kegiatan Deklarasi
Kegiatan Deklarasi menjadi salah satu bentuk aksi nyata dalam menyatukan visi warga SMANSATSET. Lebih dari sekadar akronim, SMANSATSET memiliki makna mendalam sebagai simbol semangat seluruh warga sekolah untuk selalu bergerak cepat dan tanggap terhadap setiap perubahan zaman.
Kata “satset” memberi warna baru dalam budaya belajar di SMAN 1 Sangatta Selatan. Ia diharapkan mampu membangkitkan kesadaran mendalam dalam diri setiap murid untuk belajar lebih gesit, cekatan, dan berpikir kritis dalam menghadapi tantangan.
“Satset berarti sikap cepat tanggap dalam belajar, cermat dalam mengambil keputusan, sekaligus bentuk semangat kebersamaan bahwa kita harus menjadi yang terbaik di segala bidang, berbasis pada keberagaman, kemampuan, dan cita-cita masing-masing murid,” jelas Kepala SMAN 1 Sangatta Selatan, Rubito.
SMANSATSET adalah perwujudan dari harapan dan cita-cita sekolah: membentuk karakter pelajar yang mampu menaklukkan perubahan zaman dengan sikap “satset”—baik dalam belajar, beradaptasi, maupun berkarya. Namun, harapan ini tidak mungkin tercapai tanpa tindakan nyata. Karena itu, kegiatan Deklarasi dihadirkan sebagai salah satu langkah awal menuju visi tersebut.
Tujuan Kegiatan Deklarasi
Tujuan utama dari kegiatan Deklarasi adalah menumbuhkan kesadaran belajar dalam diri murid. Mereka diajak untuk memahami bahwa belajar tidak hanya terbatas pada mata pelajaran, tetapi juga menyangkut kemampuan bersosialisasi, membangun komitmen, dan bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat di sekolah.
Kesepakatan kelas yang dideklarasikan menjadi sarana latihan untuk membentuk karakter murid yang satset—yaitu gesit, cepat tanggap, dan bijak dalam mengambil keputusan, baik untuk diri sendiri maupun demi kebaikan bersama.
Pendeklarasian juga berfungsi sebagai sarana untuk memperkuat tekad bersama. Dengan semangat kebersamaan, setiap kelas diajak untuk menyusun dan menjalankan kesepakatan sebagai pijakan menuju visi besar SMANSATSET.
Melalui kegiatan ini, sekolah berharap dapat menciptakan langkah konkret dalam membentuk karakter pelajar tangguh, cerdas, dan berwawasan tinggi. Kegiatan Deklarasi bukan sekadar seremoni, tetapi tonggak awal pembentukan budaya sekolah yang progresif dan inklusif.