Lompat ke konten
Home » BERITA PRESTASI SEKOLAH » MUTIARA Day 1: Nge-Break Sejenak, Recharge Jiwa di Subuh Pertama Ramadhan

MUTIARA Day 1: Nge-Break Sejenak, Recharge Jiwa di Subuh Pertama Ramadhan

  • ARTIKEL
Aisyah Oktaviani
Penulis
Fauziyah Nuur Hidayah Murid Kelas XII SMAN 1 Sangatta Selatan
Dewi Meiz
Editor
Dewi Meiz SMAN 1 Sangatta Selatan

Langit Sangatta masih gelap ketika satu per satu notifikasi Zoom mulai berbunyi. Kamis, 19 Februari 2026 pukul 05.15 WITA, kami murid SMAN 1 Sangatta Selatan sudah bersiap di depan layar. Mengantuk, iya. Tapi lebih dari itu, ada semangat berbeda di pagi hari pertama program MUTIARA (Subuh Bersinar, Ramadhan Gemilang).

Kegiatan MUTIARA melalui Zoom

Program dakwah digital ini menjadi cara kami untuk “nge-break” sejenak dari rutinitas dan “recharge” jiwa di awal Ramadhan. Meski dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting, suasananya tetap hangat dan penuh makna.

Kegiatan dibuka oleh Bapak Sahrudi, S.Pd.I selaku MC dan dilanjutkan sambutan oleh Bapak Rubito, S.Pd., M.Pd. selaku Kepala Sekolah sekaligus membuka program MUTIARA ini. Selanjutnya tausiyah disampaikan oleh Exel RJ Roman (XII-2), dilanjutkan dengan pembacaan hadis oleh Nur Ziyat Shafiyah (XII-4), dan tausiyah kedua oleh Salwa Annisa Nur Fadhila (XII-4).

Tausiyah Pertama: Puasa Itu Lebih dari Sekadar Lapar

Tausiyah pertama disampaikan oleh Exel RJ Roman. Ia mengingatkan bahwa puasa bukan hanya soal menahan lapar dan haus.

Menurutnya, puasa adalah latihan mengendalikan diri: menahan amarah, menjaga lisan dari berkata kasar atau bohong, menahan hawa nafsu, dan menghindari hal-hal yang sia-sia. Ramadhan bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi momen untuk upgrade diri.

Tujuan puasa adalah melatih kesabaran, mendekatkan diri kepada Allah, meningkatkan rasa syukur, serta menumbuhkan kepedulian kepada orang yang kurang mampu. Hikmah yang bisa dirasakan pun nyata: hati menjadi lebih tenang, iman makin kuat, belajar disiplin dan jujur, serta membentuk akhlak yang lebih baik.

Ia mengajak kami untuk memaksimalkan Ramadhan dengan memperbanyak membaca Al-Qur’an, shalat tarawih, bersedekah, dan melakukan kebaikan sekecil apa pun.

Hadis Arbain Nawawi ke-21: Iman dan Istiqamah

Dibacakan oleh Nur Ziyat Shafiyah.

عَنْ أَبِيْ عَمْرَةَ سُفْيَانَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الثَّقَفِيِّ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قُلْ لِي فِي الإِسْلاَمِ قَوْلًا لاَ أَسْأَلُ عَنْهُ أَحَدًا غَيْرَكَ قَالَ قُلْ آمَنْتُ بِاللَّهِ ثُمَّ اسْتَقِمْ

Dari Abu ‘Amrah Sufyan bin Abdullah Ats-Tsaqafi radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Wahai Rasulullah, katakan kepadaku satu perkataan tentang Islam yang aku tidak akan bertanya kepada seorang pun selain engkau.” Rasulullah bersabda, “Katakanlah: ‘Aku beriman kepada Allah,’ kemudian beristiqamahlah.” (HR. Muslim)

Penjelasan Hadis

Hadis ini menunjukkan betapa seorang sahabat meminta inti ajaran Islam dalam satu kalimat yang singkat namun padat. Rasulullah ﷺ menjawab dengan dua kalimat mendasar: “Aku beriman kepada Allah” dan “kemudian beristiqamahlah.”

Dalam dua kalimat ini telah mencakup pengertian iman dan Islam secara utuh. Iman bukan hanya diucapkan dengan lisan, tetapi diyakini dalam hati dan dibuktikan dengan amal saleh. Istiqamah berarti konsisten dan teguh berada di jalan Allah, melaksanakan perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya.

Dengan demikian, seorang Muslim diperintahkan untuk terus memperbarui imannya, menjaga komitmen ibadah, serta berusaha istiqamah dalam setiap keadaan. Inilah fondasi kehidupan seorang mukmin.

Kegiatan MUTIARA Zoom sesi kedua

Tausiyah Kedua: Gaul Sehat Itu Keren

Tausiyah kedua disampaikan oleh Salwa Annisa Nur Fadhila. Tema yang diangkat sangat dekat dengan dunia remaja: pergaulan.

Gaul sehat adalah pergaulan yang membawa kebaikan dan tidak melanggar syariat. Berteman dengan orang-orang yang saling mengingatkan dalam kebaikan, menjaga adab dan sopan santun, serta tidak terjerumus dalam pergaulan bebas.

Dalam pertemanan, kita harus saling menghargai, tidak saling mengejek atau merendahkan, menjaga batas pergaulan antara laki-laki dan perempuan, serta saling mengajak kepada hal-hal positif.

Pergaulan yang tidak sehat dapat berdampak panjang: menjauh dari Allah, merusak masa depan, bahkan meninggalkan penyesalan. Karena itu, penting memilih teman yang baik, memperkuat iman, aktif dalam kegiatan positif, dan selalu mengingat Allah dalam setiap aktivitas.

Recharge Jiwa di Pagi Hari

Selama kurang lebih 60 menit, MUTIARA Day 1 benar-benar terasa seperti “charger” spiritual di pagi hari. Bukan hanya mendengar tausiyah, tetapi juga menjadi momen refleksi untuk memperbaiki diri di bulan suci.

Sebagai siswa kelas XII yang sebentar lagi akan lulus, kami diingatkan kembali bahwa kesuksesan bukan hanya soal nilai dan prestasi, tetapi juga tentang akhlak dan kedekatan dengan Allah.

MUTIARA Day 1 menjadi awal yang indah. Subuh terasa lebih bermakna, dan Ramadhan pun terasa lebih siap dijalani.

@SMANSatSet – Cepat Belajar, Cepat Tanggap, Cepat Berkarya

Salam SatSet

X