MUTIARA hari ketiga yang dilaksanakan pada Sabtu, 21 Februari 2026, dipandu oleh Devina Salwa Oktaviani, murid kelas XI-6, yang bertugas sebagai MC pada pagi hari ini. Devina memandu jalannya kegiatan dengan sangat apik, penuh percaya diri, dan mampu membangun suasana yang hangat serta khidmat sejak awal acara. Dengan tutur kata yang lembut dan penuh semangat, ia mengajak seluruh peserta untuk mengikuti rangkaian kegiatan dengan hati yang terbuka. Pada pagi yang penuh berkah, kegiatan MUTIARA mengingatkan kita semua untuk kembali mengatur niat, menata hati, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Di bulan Ramadhan yang mulia ini, semoga kita senantiasa mengingat Allah dalam setiap aktivitas, menjaga ibadah dengan sungguh-sungguh, serta terus berusaha meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada-Nya.
Pada MUTIARA pagi ini, terdapat lima penceramah dan satu pembaca hadis yang telah mempersiapkan diri dengan baik untuk menyampaikan pesan-pesan kebaikan. Yang bertugas sebagai penceramah adalah Ahmad Zulfahmi kelas XII-5, Naillah Nur Syawalya kelas XII-2, Rafa Ainur Fajri kelas XII-1, Ismi Dewi Mutiara Kusuma kelas XII-1, serta Ahmad Zaidan Zidna Fann kelas XII-5. Sementara itu, yang mendapat amanah untuk membacakan hadis adalah Ahmad Fauzan dari kelas XI-1. Masing-masing petugas tampil dengan penuh kesungguhan, menyampaikan materi dengan gaya dan karakter mereka sendiri, namun tetap dalam satu tujuan yang sama, yaitu mengajak kita semua untuk menjadi pribadi yang lebih baik di bulan Ramadhan ini.
Sebelum memasuki tausiyah pertama, kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an ayat 1–7 yang menambah suasana menjadi semakin tenang dan penuh kekhusyukan yang dibawakan oleh Ibrahim kelas X-1.
ذٰلِكَ الۡكِتٰبُ لَا رَيۡبَۛۚۖ فِيۡهِۛۚ هُدًى لِّلۡمُتَّقِيۡنَۙ ٢
الَّذِيۡنَ يُؤۡمِنُوۡنَ بِالۡغَيۡبِ وَيُقِيۡمُوۡنَ الصَّلٰوةَ وَمِمَّا رَزَقۡنٰهُمۡ يُنۡفِقُوۡنَۙ ٣
وَالَّذِيۡنَ يُؤۡمِنُوۡنَ بِمَا اُنۡزِلَ اِلَيۡكَ وَمَا اُنۡزِلَ مِنۡ قَبۡلِكَۚ وَبِالۡاٰخِرَةِ هُمۡ يُوۡقِنُوۡنَؕ ٤
اُولٰٓٮِٕكَ عَلٰى هُدًى مِّنۡ رَّبِّهِمۡ وَاُولٰٓٮِٕكَ هُمُ الۡمُفۡلِحُوۡنَ ٥
اِنَّ الَّذِيۡنَ كَفَرُوۡا سَوَآءٌ عَلَيۡهِمۡ ءَاَنۡذَرۡتَهُمۡ اَمۡ لَمۡ تُنۡذِرۡهُمۡ لَا يُؤۡمِنُوۡنَ ٦
خَتَمَ اللّٰهُ عَلَىٰ قُلُوۡبِهِمۡ وَعَلٰى سَمۡعِهِمۡ وَعَلٰىٓ اَبۡصَارِهِمۡ غِشَاوَةٌ لَهُمۡ عَذَابٌ عَظِيۡمٌ ٧
Lantunan ayat-ayat suci yang dibacakan dengan tartil membuat seluruh peserta terdiam dan menyimak dengan penuh perhatian. Momen ini menjadi pengingat bagi kita bahwa setiap nasihat dan ilmu yang disampaikan bersumber dari Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah SAW. Pembacaan ayat suci tersebut juga menjadi pembuka hati, agar apa yang disampaikan dalam tausiyah dapat lebih mudah diterima dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Tausiyah pertama disampaikan oleh Ismi Dewi Mutiara Kusuma dari kelas XII-1 dengan tema “Ramadhan Bulan Kesabaran.” Dalam penyampaiannya, ia menjelaskan bahwa Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga tentang melatih kesabaran dalam segala hal. Kita belajar menahan emosi, menjaga lisan dari perkataan yang tidak baik, serta mengendalikan diri dari perbuatan yang merugikan. Kesabaran yang dilatih selama satu bulan penuh ini diharapkan mampu menguatkan iman dan membentuk pribadi yang lebih dewasa serta berakhlak mulia. Semoga setelah Ramadhan berakhir, kita tidak kembali seperti sebelumnya, melainkan menjadi hamba yang lebih sabar, lebih ikhlas dalam beramal, dan semakin bertakwa kepada Allah SWT.
Tausiyah kedua disampaikan oleh Naillah Nur Syawalya kelas XII-2 dengan tema “Ciri-Ciri Orang Munafik dan Balasannya.” Dalam tausiyahnya, ia mengingatkan bahwa Rasulullah SAW telah menjelaskan tanda-tanda orang munafik, yaitu ketika berbicara ia berdusta, ketika berjanji ia ingkar, dan ketika diberi amanah ia berkhianat. Sifat-sifat tersebut sangat merugikan, baik bagi diri sendiri maupun orang lain, serta sangat dibenci oleh Allah SWT. Oleh karena itu, sebagai pelajar dan generasi muda, kita harus berusaha menjaga kejujuran dalam setiap ucapan, menepati janji yang telah dibuat, dan bertanggung jawab atas amanah yang diberikan. Dengan begitu, kita dapat menjauhkan diri dari sifat munafik dan membentuk karakter yang jujur serta dapat dipercaya.
Tausiyah ketiga disampaikan oleh Rafa Ainur Fajri kelas XII-1 dengan tema “Sedekah dan Amalannya di Bulan Ramadhan.” Ia menyampaikan bahwa Ramadhan adalah bulan penuh keberkahan, di mana setiap amal kebaikan akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT. Sedekah tidak harus berupa harta yang banyak, tetapi bisa juga dalam bentuk bantuan tenaga, senyuman, atau kata-kata yang baik kepada sesama. Di bulan yang istimewa ini, kita diajak untuk lebih peduli terhadap orang-orang di sekitar kita, terutama mereka yang membutuhkan. Dengan memperbanyak sedekah dan amal saleh, semoga hati kita menjadi lebih lembut dan kehidupan kita semakin dipenuhi keberkahan.
Tausiyah keempat disampaikan oleh Ahmad Zulfahmi kelas XII-5 dengan tema “Manfaatkan 5 Perkara Sebelum 5 Perkara.” Dalam penyampaiannya, ia mengingatkan pesan penting untuk menggunakan masa muda sebelum datang masa tua, menjaga kesehatan sebelum datang sakit, memanfaatkan kekayaan sebelum datang kemiskinan, menggunakan waktu luang sebelum sibuk, dan memanfaatkan hidup sebelum datang kematian. Pesan ini menjadi pengingat bagi kita agar tidak menunda-nunda kebaikan. Ramadhan adalah kesempatan emas yang Allah berikan untuk memperbaiki diri, memperbanyak ibadah, dan meningkatkan kualitas diri sebelum kesempatan tersebut berlalu.
Tausiyah kelima disampaikan oleh Ahmad Zaidan Zidna Fann kelas XII-5 dengan tema “Antara Iman dan Amal.” Ia menekankan bahwa iman tidak cukup hanya diyakini di dalam hati atau diucapkan melalui lisan, tetapi harus dibuktikan melalui amal dan perbuatan nyata. Iman yang kuat akan tercermin dalam akhlak yang baik, sikap yang santun, serta kebiasaan berbuat kebaikan. Ramadhan menjadi momen terbaik untuk menyelaraskan antara iman dan amal, sehingga apa yang kita yakini benar-benar terlihat dalam tindakan sehari-hari. Semoga melalui kegiatan MUTIARA ini, kita semua semakin termotivasi untuk memperbaiki diri dan menjadikan Ramadhan sebagai titik awal perubahan menuju pribadi yang lebih baik.
Sebagai penutup kegiatan MUTIARA pada pagi ini, dibacakan sebuah hadis oleh Ahmad Fauzan kelas XI-1, yaitu hadis riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim yang berbunyi:
Artinya: apabila Ramadhan tiba, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan pun dibelenggu.
Puasa memiliki pahala yang sangat istimewa karena langsung dibalas oleh Allah, selain itu Ramadhan menjadi kesempatan besar untuk mendapatkan ampunan dosa karena pintu surga dibuka dan pintu neraka ditutup. Ramadhan adalah momen terbaik untuk meningkatkan iman, memperbanyak ibadah, menjaga sikap dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Jadi untuk kita semua, marilah kita perbanyak ibadah di bulan Ramadhan ini karena Ramadhan adalah waktu yang terbaik untuk memperbanyak amal kebaikan.
@SMANSatSet – Cepat Belajar, Cepat Tanggap, Cepat Berkarya
Salam SatSet