Lompat ke konten
Home » BERITA PRESTASI SEKOLAH » MUTIARA Day 4: Tausiyah Inspiratif & Penampilan Spesial 6 Bahasa (Full Version di YouTube smansel tv)

MUTIARA Day 4: Tausiyah Inspiratif & Penampilan Spesial 6 Bahasa (Full Version di YouTube smansel tv)

  • ARTIKEL
Fauziyah Nuur Hidayah
Penulis
Fauziyah Nuur Hidayah Murid Kelas XII SMAN 1 Sangatta Selatan
Dewi Meiz
Editor
Dewi Meiz SMAN 1 Sangatta Selatan
MUTIARA Hari Keempat: Tausiyah Inspiratif & Penampilan Spesial 6 Bahasa | SMAN 1 Sangatta Selatan

MUTIARA hari keempat dilaksanakan pada Ahad, 22 Februari 2026. Kegiatan dipandu oleh Masni, murid kelas XI-5, yang membuka acara dengan pembacaan Surah Al-Fatihah secara bersama-sama. Dalam kesempatan tersebut, Masni juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bapak Rubito serta Bapak dan Ibu guru pembina kegiatan MUTIARA yang telah memberikan kepercayaan kepadanya untuk menjadi MC pada pagi hari itu.

Kegiatan MUTIARA Hari Keempat

Pada MUTIARA kali ini, tausiyah disampaikan oleh murid-murid yang telah terjadwal, yaitu Ainia Rasyifah (XI-3), Muhammad Rhazel Musyaffa’ (XI-1), dan Adzam (X-6). Sementara itu, pembacaan hadis disampaikan oleh Aji Nur Salam (XII-2).

Tausiyah Pertama: “Pandai Bersyukur”

Tausiyah pertama disampaikan oleh Muhammad Razhel Musyaffa’ dari kelas XI-1 dengan tema “Pandai Bersyukur.” Ia menjelaskan bahwa sikap bersyukur perlu terus dilatih dalam kehidupan sehari-hari, terlebih di bulan Ramadhan. Bersyukur bukan hanya diucapkan melalui kalimat alhamdulillah, tetapi juga diwujudkan dengan menjaga dan memanfaatkan nikmat yang Allah berikan untuk hal-hal yang bermanfaat.

Dengan bersyukur, hati menjadi lebih tenang dan terhindar dari rasa iri maupun keluh kesah. Ramadhan mengajarkan kita merasakan bagaimana rasanya kekurangan, sehingga kita lebih menghargai nikmat makanan, kesehatan, keluarga, dan kesempatan beribadah. Orang yang pandai bersyukur akan selalu merasa cukup dan hidupnya dipenuhi keberkahan.

Tausiyah dan Kegiatan MUTIARA Hari Keempat

Tausiyah Kedua: “Makna Mendalam dalam Puasa”

Tausiyah kedua disampaikan oleh Adzam dari kelas X-6 dengan tema “Makna Mendalam dalam Puasa.” Menariknya, Adzam menyampaikan pesan dalam enam bahasa: Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Arab, Bahasa Mandarin, Bahasa Korea, dan Bahasa Jepang.

Dalam bahasa Inggris, ia menyampaikan:
“In this blissful moment, allow me to invite you to reflect once again on the profound meaning of fasting. The month of Ramadhan is a golden opportunity to gain abundant rewards from Allah SWT.”

Artinya:
Dalam kebahagiaan ini, izinkan saya mengajak kita semua untuk kembali merenungkan makna mendalam dari ibadah puasa. Bulan Ramadhan adalah kesempatan emas untuk meraih pahala yang melimpah dari Allah SWT.

Adzam menjelaskan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Lebih dari itu, puasa adalah latihan menahan hawa nafsu, menjaga lisan, serta mengendalikan emosi. Puasa melatih kesabaran, keikhlasan, dan kejujuran, karena hanya diri sendiri dan Allah yang mengetahui kualitas ibadah yang kita jalankan. Selain itu, puasa juga menumbuhkan rasa empati terhadap mereka yang kekurangan, sehingga mendorong kita untuk lebih peduli dan gemar berbagi. Dengan memahami makna puasa yang sesungguhnya, diharapkan kita tidak hanya memperoleh pahala, tetapi juga mengalami perubahan sikap dan akhlak menjadi lebih baik.

Tausiyah Ketiga: “Ramadhan”

Tausiyah ketiga disampaikan oleh Ainia Rasyifah dari kelas XI-3 dengan tema “Ramadhan.” Ia menyampaikan bahwa Ramadhan adalah bulan yang penuh rahmat, ampunan, dan keberkahan. Bulan ini menjadi kesempatan emas bagi setiap muslim untuk memperbaiki diri, memperbanyak ibadah, dan mendekatkan diri kepada Allah melalui shalat, doa, sedekah, serta membaca Al-Qur’an.

Ramadhan juga menjadi momen untuk mempererat ukhuwah dan memperbaiki hubungan dengan sesama. Waktu di bulan suci ini sangat berharga dan tidak boleh berlalu begitu saja tanpa meninggalkan perubahan dalam diri. Ramadhan hendaknya dijadikan titik awal untuk menjadi pribadi yang lebih disiplin, lebih sabar, dan lebih taat, tidak hanya selama bulan suci, tetapi juga setelahnya.

Tausiyah Penampilan Spesial 6 Bahasa

Pembacaan Hadist

Kegiatan MUTIARA pagi itu ditutup dengan pembacaan hadis oleh Aji Nur Salam dari kelas XII-2. Hadist yang disampaikan adalah:

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ

“Sesungguhnya setiap amalan bergantung pada niatnya.”

Penjelasan Hadist

Hadis ini merupakan salah satu hadis yang sangat masyhur dan diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim. Maknanya adalah bahwa nilai dan kualitas suatu perbuatan ditentukan oleh niat yang ada di dalam hati seseorang.

Jika seseorang beramal dengan niat yang ikhlas karena Allah, maka ia akan mendapatkan pahala. Namun jika niatnya untuk mencari pujian, pengakuan, atau kepentingan duniawi semata, maka ia tidak memperoleh pahala di sisi Allah.

Dalam konteks Ramadhan dan kegiatan MUTIARA, hadis ini mengingatkan kita bahwa setiap ibadah—baik puasa, shalat, membaca Al-Qur’an, maupun berdakwah—harus dilandasi niat yang tulus karena Allah SWT. Dengan niat yang benar, amalan kecil pun dapat bernilai besar. Sebaliknya, amalan besar bisa menjadi sia-sia jika tidak disertai keikhlasan.

Semoga kegiatan MUTIARA hari keempat ini tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi juga menjadi ladang amal yang bernilai pahala karena dilandasi niat yang ikhlas.

@SMANSatSetCepat Belajar, Cepat Tanggap, Cepat Berkarya

Salam SatSet

X