Lompat ke konten
Home » BERITA PRESTASI SEKOLAH » MUTIARA DAY 7: Dari Tarawih hingga Taubat

MUTIARA DAY 7: Dari Tarawih hingga Taubat

  • ARTIKEL
Nabilla Zhaskia Putri
Penulis
Nabilla Zhaskia Putri Murid Kelas XII SMAN 1 Sangatta Selatan
Dewi Meiz
Editor
Dewi Meiz SMAN 1 Sangatta Selatan
MUTIARA Hari Ketujuh SMAN 1 Sangatta Selatan 2026 | Dakwah Digital Ramadhan

MUTIARA hari ketujuh dilaksanakan pada Rabu, 25 Februari 2026. Kegiatan ini dipandu oleh Azizah Salina, murid kelas XII-3, yang membuka acara dengan penuh percaya diri dan elegan. Suasana pagi itu terasa hangat dan khidmat sejak awal kegiatan dimulai.

Dalam kesempatan tersebut, Azizah menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bapak Kepala Sekolah, Bapak Rubito, serta Bapak dan Ibu guru pembina kegiatan MUTIARA yang telah memberikan kepercayaan kepadanya untuk memandu kegiatan pada pagi hari itu. Ia mengungkapkan rasa bangga dan syukur karena dapat tampil serta berkontribusi dalam kegiatan dakwah digital ini. Baginya, kesempatan tersebut menjadi pengalaman berharga untuk belajar tampil di depan layar dan disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube sekolah. Pengalaman ini tidak hanya melatih keberanian, tetapi juga meningkatkan rasa tanggung jawab dalam menyampaikan kebaikan kepada khalayak yang lebih luas.

Kegiatan MUTIARA Hari Ketujuh SMAN 1 Sangatta Selatan

Pada MUTIARA kali ini, tausiyah disampaikan oleh murid-murid yang telah terjadwal, yaitu Afrian Nur Hakim (X-2), Tiara Nabila F (XII-1), Ahmad Dirga (X-2), Zaki Ahmad (XI-6), dan Muhammad Yusron Hamidi (X-5). Sementara itu, pembacaan hadis disampaikan oleh Annisa Nur (XII-5). Seluruh rangkaian tausiyah berlangsung dengan tertib dan penuh perhatian dari para peserta. Setiap penyampaian materi memberikan pesan moral yang kuat serta menjadi pengingat bagi seluruh warga sekolah untuk terus memperbaiki diri di bulan suci Ramadan.

Tausiyah Pertama: “Sejarah Tarawih”

Tausiyah pertama disampaikan oleh Afrian Nur Hakim dari kelas X-2 dengan tema “Sejarah Tarawih”. Ia menjelaskan bahwa salat tarawih berawal dari kebiasaan Nabi Muhammad SAW yang melaksanakannya pada malam-malam bulan Ramadan. Pada awalnya, tarawih dilakukan secara berjamaah hanya beberapa malam saja. Namun kemudian Nabi menghentikannya karena khawatir salat tersebut akan diwajibkan kepada umatnya.

Setelah Nabi wafat, pada masa kepemimpinan Umar bin Khattab, salat tarawih kembali dilaksanakan secara berjamaah di masjid. Kebijakan ini bertujuan untuk menjaga kekhusyukan dan persatuan umat Islam. Sejak saat itu, tarawih menjadi amalan sunnah yang terus dijaga hingga sekarang sebagai sarana menghidupkan malam Ramadan, memperbanyak ibadah, serta mempererat kebersamaan kaum muslimin dalam suasana penuh keimanan.

Tausiyah Kedua: “Sedekah di Bulan Puasa”

Tausiyah kedua disampaikan oleh Tiara Nabila dari kelas XII-1 dengan tema “Sedekah di Bulan Puasa.” Ia menjelaskan bahwa sedekah di bulan Ramadan memiliki keutamaan yang sangat besar karena pahalanya dilipatgandakan oleh Allah SWT. Ramadan merupakan bulan penuh rahmat dan ampunan, sehingga setiap amal kebaikan memiliki nilai yang lebih tinggi di sisi-Nya.

Melalui sedekah, seseorang dapat membersihkan harta sekaligus menyucikan hati dari sifat kikir dan cinta dunia yang berlebihan. Sedekah juga menumbuhkan empati dan kepedulian terhadap sesama, terutama kepada mereka yang sedang mengalami kesulitan. Apa yang dikeluarkan di jalan Allah tidak akan mengurangi harta, melainkan justru mendatangkan keberkahan dan ketenangan batin. Dengan bersedekah di bulan Ramadan, umat Islam diajarkan untuk berbagi, mempererat ukhuwah, dan meraih ridha Allah SWT.

Suasana Tausiyah MUTIARA Hari Ketujuh

Tausiyah Ketiga: “Hawa Nafsu”

Tausiyah ketiga disampaikan oleh Ahmad Dirga dari kelas X-2 dengan tema “Hawa Nafsu.” Ia menjelaskan bahwa hawa nafsu adalah dorongan keinginan dalam diri manusia yang cenderung mengajak pada kesenangan dan kepuasan pribadi. Keberadaan hawa nafsu merupakan bagian dari fitrah manusia, namun harus dikendalikan dengan iman dan akal sehat.

Jika tidak dikendalikan, hawa nafsu dapat menjerumuskan manusia pada perbuatan dosa dan menjauhkan dari kebenaran. Sebaliknya, apabila diarahkan dengan baik, hawa nafsu justru dapat menjadi kekuatan untuk meraih prestasi dan melakukan berbagai kebaikan. Oleh karena itu, Ramadan menjadi momen terbaik untuk melatih pengendalian diri, memperkuat kesabaran, serta meningkatkan kualitas keimanan.

Tausiyah Keempat: “Apa Itu Definisi Puasa di Bulan Ramadan”

Tausiyah keempat disampaikan oleh Zaki Ahmad Faruki dari kelas XI-6 dengan tema “Apa Itu Definisi Puasa di Bulan Ramadan.” Ia menegaskan bahwa puasa bukanlah bentuk siksaan, melainkan ibadah yang penuh hikmah dan kasih sayang dari Allah SWT. Puasa mengajarkan manusia untuk menahan diri dari makan, minum, serta hal-hal yang membatalkan, sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.

Lebih dari sekadar menahan lapar dan haus, puasa bertujuan melatih kesabaran, pengendalian diri, serta kepedulian terhadap orang-orang yang kekurangan. Rasa lapar dan haus adalah bagian dari proses pendidikan spiritual agar manusia lebih bersyukur atas nikmat yang sering kali dianggap biasa. Dengan demikian, puasa menjadi sarana penyucian jiwa, peningkatan ketakwaan, dan pendekatan diri kepada Allah SWT.

Tausiyah Kelima: “Perbuatan Dosa dalam Kehidupan Manusia”

Tausiyah kelima disampaikan oleh Muhammad Yusron Hamidi dari kelas X-5 dengan tema “Perbuatan Dosa dalam Kehidupan Manusia.” Ia menjelaskan bahwa perbuatan dosa adalah segala tindakan yang melanggar perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Dalam kehidupan sehari-hari, dosa dapat muncul karena kelemahan iman, pengaruh lingkungan, serta kurangnya kesadaran diri.

Dosa tidak hanya merusak hubungan manusia dengan Allah, tetapi juga dapat merusak hubungan dengan sesama dan dengan dirinya sendiri. Oleh karena itu, setiap manusia dianjurkan untuk senantiasa bertobat, memperbaiki diri, serta meningkatkan amal kebaikan. Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk memperbanyak istighfar dan memohon ampunan, agar hati menjadi lebih bersih, hidup terasa lebih tenang, dan keberkahan senantiasa menyertai langkah kita.

@SMANSatSetCepat Belajar, Cepat Tanggap, Cepat Berkarya

Salam SatSet

X