Lompat ke konten
Home » BERITA PRESTASI SEKOLAH » MUTIARA Day 15: Ramadhan sebagai Madrasah Kehidupan

MUTIARA Day 15: Ramadhan sebagai Madrasah Kehidupan

Muhammad Iqra
Penulis
Muhammad Iqra Murid Kelas X SMAN 1 Sangatta Selatan
Dewi Meiz
Editor
Dewi Meiz SMAN 1 Sangatta Selatan
MUTIARA Day 15 SMAN 1 Sangatta Selatan 2026 – Ramadhan sebagai Madrasah Kehidupan

MUTIARA hari kelima belas dilaksanakan pada Kamis, 5 Maret 2026 dan dibuka oleh Nur Salsa Rikmana (XI.3) selaku pemandu acara (MC). Dengan pembawaan yang hangat dan penuh semangat, ia memandu jalannya kegiatan sejak awal hingga akhir. Dalam pembukaannya, ia mengajak seluruh peserta untuk mensyukuri nikmat Allah SWT atas kesempatan yang diberikan sehingga dapat mengikuti kegiatan MUTIARA dengan baik dan penuh keberkahan.

Kegiatan MUTIARA Day 15 SMANSatSet

Ia juga mengingatkan bahwa Ramadhan adalah bulan yang penuh rahmat dan ampunan. Oleh karena itu, setiap muslim dianjurkan untuk memanfaatkan waktu di bulan suci ini dengan memperbanyak ibadah, memperbaiki diri, serta meningkatkan kualitas iman dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Nesya Fadlyah (XII.5), yaitu QS. Al-Baqarah ayat 184. Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa bagi orang yang meninggalkan puasa karena alasan tertentu, maka ia wajib menggantinya di hari lain. Sementara bagi mereka yang benar-benar tidak mampu menjalankannya, diperbolehkan mengganti dengan membayar fidyah, yaitu memberi makan kepada orang miskin. Ayat ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang penuh kasih sayang dan memberikan kemudahan bagi umatnya dalam menjalankan ibadah.

Tausyiah Pertama – Nesya Fadlyah (XII.5)

Dalam tausyiahnya yang berjudul “Ramadhan Madrasah Kehidupan Menuju Taqwa”, Nesya menjelaskan bahwa Ramadhan merupakan bulan yang sangat istimewa karena pada bulan inilah Al-Qur’an diturunkan sebagai petunjuk bagi seluruh umat manusia. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam surat Al-Baqarah yang menegaskan kemuliaan bulan Ramadhan.

Ia menekankan bahwa tujuan puasa tidak hanya sekadar menahan lapar dan haus, tetapi lebih dari itu, puasa bertujuan untuk membentuk pribadi yang bertakwa. Melalui puasa, seseorang dilatih untuk lebih disiplin dalam beribadah, mampu menahan hawa nafsu, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Ramadhan juga menjadi sarana untuk memperbaiki akhlak, memperbanyak amal kebaikan, dan tidak menyia-nyiakan waktu yang penuh berkah.

Menurutnya, Ramadhan adalah madrasah kehidupan, tempat setiap muslim belajar memperbaiki diri dan menata kembali hubungan dengan Allah SWT maupun dengan sesama manusia.

Tausyiah Kedua – Fauziah Nuur Hidayah (XII.2)

Tausyiah kedua disampaikan oleh Fauziah Nuur Hidayah (XII.2) dengan tema “Ramadhan Bulan Perubahan Diri.” Dalam penyampaiannya, ia menjelaskan bahwa Ramadhan merupakan bulan yang sangat istimewa bagi umat Islam.

Ia mengutip QS. Al-Baqarah ayat 183 yang menjelaskan bahwa puasa diwajibkan sebagaimana kepada umat-umat terdahulu agar manusia menjadi orang-orang yang bertakwa. Melalui ibadah puasa, seseorang dilatih untuk mengendalikan diri, menahan amarah, serta menjaga perilaku dari perbuatan yang tidak baik.

Fauziah juga menegaskan bahwa Ramadhan adalah momentum yang tepat untuk melakukan perubahan diri. Bulan ini mengajarkan nilai kesabaran, keikhlasan, serta kemampuan mengendalikan hawa nafsu. Jika seseorang mampu memanfaatkan Ramadhan dengan baik, maka ia akan keluar dari bulan suci ini dengan pribadi yang lebih baik dan lebih dekat kepada Allah SWT.

Suasana kegiatan MUTIARA Day 15

Tausyiah Ketiga – Muhammad Zaki N.A (XI.3)

Tausyiah ketiga disampaikan oleh Muhammad Zaki N.A (XI.3). Dalam penyampaiannya, ia juga mengutip QS. Al-Baqarah ayat 183 yang menjelaskan tentang kewajiban puasa bagi umat Islam.

Zaki menjelaskan bahwa puasa merupakan sarana untuk melatih pengendalian diri. Puasa tidak hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga mengajarkan seseorang untuk menjaga lisan, menahan emosi, serta menghindari perbuatan yang dapat mengurangi pahala puasa.

Ia menambahkan bahwa Ramadhan merupakan kesempatan yang sangat berharga untuk memperbaiki hubungan dengan Allah SWT. Orang yang benar-benar sukses dalam menjalani Ramadhan adalah mereka yang mampu membawa perubahan positif dalam hidupnya. Oleh karena itu, Ramadhan harus dimanfaatkan sebagai waktu terbaik untuk melatih kesabaran, kedisiplinan, dan meningkatkan ketakwaan.

Pembacaan Hadis

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan hadis oleh Nabila Nisrina Wardani (XI.3). Hadis yang dibacakan merupakan hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim, yang berbunyi:

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata baik atau diam.”

Hadis tersebut mengajarkan bahwa menjaga lisan merupakan salah satu tanda keimanan seseorang. Setiap muslim dianjurkan untuk berkata baik, bermanfaat, dan menghindari perkataan yang dapat menyakiti orang lain. Terlebih di bulan Ramadhan, menjaga ucapan dan perilaku menjadi bagian penting dalam menyempurnakan ibadah puasa.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, kegiatan MUTIARA hari ini menegaskan bahwa Ramadhan merupakan momentum terbaik untuk memperbaiki diri. Puasa tidak hanya menjadi ibadah ritual semata, tetapi juga sarana pembinaan diri untuk membentuk pribadi yang lebih sabar, disiplin, dan bertakwa.

Keberhasilan seseorang dalam menjalani Ramadhan tidak hanya diukur dari banyaknya ibadah yang dilakukan selama bulan tersebut, tetapi juga dari perubahan sikap dan kebiasaan baik yang tetap dipertahankan setelah Ramadhan berakhir.

Refleksi

Pada sesi refleksi, Bapak Rudi menyampaikan pentingnya mengikuti kegiatan seperti MUTIARA karena memberikan banyak manfaat dan pengetahuan bagi peserta didik. Melalui kegiatan ini, Murid tidak hanya mendapatkan pemahaman keagamaan, tetapi juga motivasi untuk terus memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah.

Beliau juga mengapresiasi keberanian para Murid yang telah menyampaikan tausyiah dengan baik. Hal ini menunjukkan bahwa generasi muda memiliki potensi besar untuk menjadi penyampai kebaikan dan inspirasi bagi lingkungan sekitarnya.

Kegiatan MUTIARA hari kelima belas kemudian ditutup dengan doa bersama, dengan harapan agar seluruh peserta senantiasa mendapatkan keberkahan dari Allah SWT serta mampu mengamalkan ilmu yang telah diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.

@SMANSatSetCepat Belajar, Cepat Tanggap, Cepat Berkarya

Salam SatSet

X