Kegiatan MUTIARA keenam belas hari ini, Jumat, 6 Maret 2026 yang dipandu oleh Aguinna Azkadina selaku pembawa acara (MC). Dalam pembukaannya, ia menyapa seluruh hadirin dengan penuh semangat dan menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya sehingga seluruh peserta dapat hadir dan mengikuti kegiatan dengan baik. Ia juga mengajak seluruh peserta untuk menjadikan momen Ramadhan sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri, memperkuat iman, serta memperbanyak amal kebaikan.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan hadis tentang Ramadhan oleh Andi Fikri (XII.2). Hadis tersebut menjelaskan bahwa:
“Barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
Hadis ini mengajarkan bahwa puasa Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga merupakan kesempatan besar bagi seorang muslim untuk memperoleh ampunan dari Allah SWT. Puasa yang dilakukan dengan penuh keimanan dan harapan akan pahala dari Allah akan menjadi sebab diampuninya dosa-dosa yang telah lalu. Oleh karena itu, setiap muslim hendaknya menjalankan ibadah puasa dengan niat yang tulus serta diiringi dengan berbagai amal kebajikan.
Tausiyah: Pentingnya Bersyukur
Setelah pembacaan hadis, kegiatan dilanjutkan dengan tausiyah pertama yang disampaikan oleh Bagas Ariasatra (XII-3) dengan tema “Pentingnya Bersyukur.” Dalam tausiyahnya, Bagas menjelaskan bahwa bersyukur merupakan sikap berterima kasih atas segala nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT. Rasa syukur tidak hanya diucapkan melalui kata-kata, tetapi juga harus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Ia juga menambahkan bahwa orang yang selalu bersyukur cenderung memiliki hati yang lebih tenang dan tidak mudah merasa iri terhadap orang lain. Bersyukur membuat seseorang mampu menerima setiap keadaan, baik dalam kondisi bahagia maupun saat menghadapi ujian. Dengan bersyukur, seseorang akan merasakan keberkahan dalam hidupnya, karena syukur merupakan salah satu kunci terbukanya pintu kebahagiaan.
Tausiyah: Perbuatan Kecil yang Dianggap Sepele
Tausiyah kedua disampaikan oleh Agripina Putri (XI-4) dengan tema “Perbuatan Kecil yang Dianggap Sepele namun Berat di Sisi Allah SWT.” Dalam penyampaiannya, Agripina menjelaskan bahwa ada banyak perbuatan kecil yang sering dianggap sepele oleh manusia, padahal di sisi Allah perbuatan tersebut memiliki dampak yang besar. Dosa-dosa kecil yang terus dilakukan tanpa disadari dapat menumpuk dan akhirnya membawa keburukan bagi seseorang.
Oleh karena itu, ia mengingatkan seluruh peserta agar selalu berhati-hati dalam setiap perkataan maupun perbuatan. Sekecil apa pun perbuatan manusia, Allah SWT pasti akan memberikan balasan yang setimpal.
Tausiyah: Mensyukuri Nikmat Allah
Tausiyah ketiga disampaikan oleh Julia Zahrotusyata (X-2) dengan tema “Mensyukuri Nikmat Allah.” Dalam tausiyahnya, Julia menjelaskan bahwa manusia sering kali tidak menyadari betapa banyak nikmat yang telah Allah berikan. Bahkan ketika manusia lalai terhadap perintah-Nya, Allah tetap memberikan berbagai karunia dan kemudahan dalam hidup.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap orang memiliki nikmat yang berbeda-beda, sehingga tidak sepatutnya kita membandingkan apa yang kita miliki dengan milik orang lain. Sikap yang seharusnya dimiliki adalah menerima dan mensyukuri setiap nikmat yang telah Allah berikan, karena nikmat Allah begitu banyak hingga tidak dapat dihitung.
Tausiyah: Indahnya Silaturrahmi dalam Islam
Tausiyah keempat disampaikan oleh Andi Jihan Al-Zahira (XI-5) dengan tema “Indahnya Silaturrahmi dalam Islam.” Dalam penyampaiannya, Andi Jihan menjelaskan bahwa menjaga silaturahmi merupakan ajaran penting dalam Islam. Hubungan yang baik dengan sesama manusia tidak hanya membawa manfaat di dunia, tetapi juga mendatangkan pahala di akhirat.
Ia menekankan bahwa bulan Ramadhan bukan hanya tentang memperbaiki hubungan dengan Allah SWT, tetapi juga memperbaiki hubungan dengan sesama manusia. Puasa mengajarkan umat Islam untuk menahan ego, memperbaiki sikap, serta mempererat hubungan persaudaraan.
Tausiyah: Bersyukur
Tausiyah kelima disampaikan oleh Tri Ananda (XII-2) dengan tema “Bersyukur.” Dalam tausiyahnya, Tri Ananda menjelaskan bahwa bersyukur merupakan bentuk ibadah yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Mensyukuri nikmat Allah dapat dilakukan dengan memanfaatkan nikmat tersebut untuk melakukan kebaikan, seperti melaksanakan shalat, berzikir, membantu sesama, serta melakukan berbagai amal saleh lainnya.
Ia menegaskan bahwa syukur bukan hanya sekadar ucapan di lisan, tetapi juga harus tercermin dalam sikap dan perilaku sehari-hari.
Tausiyah: Pentingnya Menjaga Lisan
Tausiyah keenam disampaikan oleh Muhammad Facri (XII-3) dengan tema “Pentingnya Menjaga Lisan.” Ia menyampaikan bahwa salah satu tujuan puasa adalah melatih diri untuk mengendalikan perkataan dan perbuatan. Rasulullah SAW mengingatkan bahwa jika seseorang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan buruk, maka Allah tidak membutuhkan puasanya.
Hal ini menunjukkan bahwa puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan diri dari perkataan yang tidak baik. Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa memberi makanan kepada orang yang berbuka puasa merupakan amalan yang memiliki pahala yang sangat besar.
Tausiyah: Menjaga Kesempurnaan Puasa
Tausiyah ketujuh disampaikan oleh Fadil B.P (XII-1). Dalam penyampaiannya, Fadil menjelaskan bahwa puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan diri dari segala hal yang dapat membatalkan atau mengurangi pahala puasa. Ia menyoroti bahwa dalam kehidupan sehari-hari masih ada orang yang sengaja membatalkan puasa tanpa alasan yang dibenarkan oleh syariat.
Hal ini tentu sangat disayangkan karena puasa merupakan ibadah yang sangat mulia di sisi Allah SWT. Oleh sebab itu, setiap muslim hendaknya menjaga puasanya dengan sebaik-baiknya agar memperoleh pahala yang sempurna.
Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Al-Qur’an Surah Al-Kahf ayat 1–5 yang dibacakan oleh Andi Fikri (XII.2). Pembacaan ayat suci Al-Qur’an tersebut menambah suasana kegiatan menjadi lebih khusyuk dan penuh ketenangan, sekaligus mengingatkan seluruh peserta akan pentingnya membaca dan memahami Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Pada akhir kegiatan, disampaikan refleksi oleh Bapak Kepala Sekolah yang menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah mengikuti kegiatan dengan baik dan penuh antusias. Beliau juga memberikan beberapa informasi dan pengumuman terkait kegiatan yang akan dilaksanakan pada hari-hari berikutnya dalam rangkaian program MUTIARA.
Kegiatan MUTIARA hari ini kemudian ditutup dengan doa bersama agar seluruh peserta senantiasa diberikan keberkahan, kesehatan, serta kemampuan untuk mengamalkan ilmu yang telah diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Setelah doa selesai, MC berpamitan kepada seluruh hadirin dan menutup acara dengan penuh rasa syukur.
@SMANSatSet – Cepat Belajar, Cepat Tanggap, Cepat Berkarya
Salam SatSet