Kegiatan Dakwah Digital MUTIARA (Motivasi dan Tausiyah Pagi Ramadhan) SMAN 1 Sangatta Selatan kembali dilaksanakan pada Kamis, 12 Maret 2026. Memasuki hari ke-22 Ramadhan, kegiatan ini berlangsung dengan penuh kekhusyukan serta diikuti oleh para siswa dengan antusias.
Acara dibuka oleh Syakira Seren (XII-3) selaku MC yang memandu jalannya kegiatan dengan tenang dan penuh kehangatan. Sejak awal hingga akhir acara, seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan hati yang terbuka serta suasana yang penuh kebersamaan.
Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang menghadirkan suasana tenang dan menyejukkan hati. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan pembacaan hadis serta tausiyah singkat yang disampaikan oleh para siswa sebagai upaya menanamkan nilai-nilai keislaman sekaligus membangun karakter yang lebih baik selama bulan Ramadhan.
Hadis: Keutamaan Malam Lailatul Qadr
Pembacaan hadis disampaikan oleh Nur Rahma Sharita (XI-4). Dalam penyampaiannya, ia mengingatkan bahwa di bulan Ramadhan terdapat satu malam yang sangat istimewa, yaitu malam Lailatul Qadr, malam yang penuh kemuliaan dan keberkahan.
“Man qāma Lailatal-Qadri īmānan waḥtisāban ghufira lahu mā taqaddama min dzanbih.”
Artinya: “Barang siapa yang melaksanakan salat pada malam Lailatul Qadar dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Melalui hadis tersebut, Nur Rahma Sharita menjelaskan bahwa malam Lailatul Qadr merupakan kesempatan besar bagi umat Islam untuk memperoleh ampunan dari Allah SWT. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan ibadah terutama pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan.
Tausiyah: Keutamaan Malam Lailatul Qadr
Tausiyah pertama disampaikan oleh Afdhal Fadhil Saputra (X-2). Ia menjelaskan bahwa bulan Ramadhan merupakan bulan diturunkannya Al-Qur’an yang penuh rahmat dan keberkahan. Di dalamnya terdapat malam Lailatul Qadr yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.
Afdhal mengajak seluruh peserta untuk meningkatkan amal ibadah seperti memperbanyak shalawat, melaksanakan salat tarawih, bersedekah, serta memperbanyak doa agar dapat meraih keberkahan di bulan Ramadhan.
Tausiyah: Kejujuran Remaja
Tausiyah kedua disampaikan oleh Risma Ayu Permata (X-2) yang membahas pentingnya kejujuran bagi remaja. Menurutnya, kejujuran merupakan sikap berkata dan bertindak sesuai dengan kenyataan.
Sikap jujur akan membuat seseorang dipercaya serta dihargai oleh orang lain. Sebaliknya, kebohongan hanya akan merugikan diri sendiri serta menghilangkan kepercayaan dari orang lain.
Tausiyah: Hikmah Puasa
Tausiyah ketiga disampaikan oleh Fajar Rafi Asmara (XII-1). Ia menjelaskan bahwa ibadah puasa tidak hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga melatih kesabaran, kejujuran, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama.
Menurutnya, bulan Ramadhan merupakan momen yang tepat untuk memperbaiki diri, meningkatkan akhlak, serta memperkuat hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia.
Tausiyah: Keikhlasan dalam Beribadah
Tausiyah berikutnya disampaikan oleh Shelina Dian (X-3). Ia menekankan bahwa ibadah yang paling bernilai adalah ibadah yang dilakukan dengan penuh keikhlasan tanpa mengharapkan pujian dari manusia.
Ia mengibaratkan ibadah yang tersembunyi seperti akar pohon yang tidak terlihat, namun justru memberikan kekuatan bagi pohon tersebut untuk tetap berdiri kokoh.
Tausiyah: Amal yang Tidak Terputus
Tausiyah terakhir pada kegiatan MUTIARA Ramadhan Day 22 disampaikan oleh Hanifa Mayla (X-1). Dalam penyampaiannya, ia menjelaskan sebuah hadis Nabi Muhammad SAW yang menyatakan bahwa ketika seseorang meninggal dunia, maka seluruh amalannya akan terputus kecuali tiga perkara yang pahalanya akan terus mengalir.
Tiga amalan tersebut menjadi pengingat bagi setiap muslim agar senantiasa menanamkan kebaikan yang memiliki manfaat jangka panjang bagi kehidupan orang lain.
- Sedekah jariyah, yaitu sedekah yang manfaatnya terus dirasakan oleh banyak orang, seperti membantu pembangunan fasilitas umum, tempat ibadah, atau berbagai bentuk kebaikan lain yang memberikan manfaat berkelanjutan.
- Ilmu yang bermanfaat, yakni ilmu yang diajarkan kepada orang lain dan terus diamalkan. Ilmu tersebut akan menjadi sumber pahala yang terus mengalir selama masih memberikan manfaat bagi kehidupan manusia.
- Anak saleh yang mendoakan orang tuanya, karena doa yang tulus dari seorang anak yang saleh akan terus menjadi kebaikan yang mengalir sebagai pahala bagi kedua orang tuanya.
Melalui tausiyah ini, Hanifa mengajak seluruh peserta untuk memperbanyak amal kebaikan yang tidak hanya berdampak pada kehidupan saat ini, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat serta menjadi bekal kebaikan di akhirat kelak.
Penutup
Pada penutupan kegiatan MUTIARA Ramadhan Day 22, terdapat tambahan penyampaian dari Bapak Sahrudi, S.Pd.I. Beliau menyampaikan bahwa kegiatan MUTIARA Ramadhan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom bukan sekadar kegiatan rutin semata, melainkan sebuah sarana pembelajaran yang sangat bermakna.
Melalui kegiatan ini, para siswa dilatih untuk membangun kedisiplinan, menghargai waktu, serta membuka hati untuk menerima berbagai nasihat dan nilai kebaikan yang disampaikan oleh para pemateri.
Beliau juga mengingatkan bahwa terkadang satu kalimat nasihat yang didengar hari ini dapat menjadi pengingat yang sangat berarti di masa depan, terutama ketika seseorang sedang menghadapi ujian atau musibah dalam kehidupan.
Dengan semangat kebersamaan dan keikhlasan, kegiatan MUTIARA Ramadhan Day 22 diharapkan dapat terus menumbuhkan nilai-nilai keimanan, memperkuat karakter, serta menginspirasi para siswa untuk menjadi generasi yang berakhlak mulia dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
@SMANSatSet – Cepat Belajar, Cepat Tanggap, Cepat Berkarya
Salam SatSet