Lompat ke konten
Home » BERITA PRESTASI SEKOLAH » Kunjungan GPI dan HOPE Indonesia Menginspirasi Murid SMAN 1 Sangatta Selatan

Kunjungan GPI dan HOPE Indonesia Menginspirasi Murid SMAN 1 Sangatta Selatan

@Penulis : D’Meiz

Sangatta, 25 September 2026 — “Jangan ragu pada mimpi kalian.” Pesan itu menjadi salah satu bagian yang paling menginspirasi dalam kunjungan Direktur Utama Ground Probe Indonesia (GPI), Ahmad Fikri Adrianto, dan Manajer HOPE Indonesia, Lestari Simanjuntak, ke SMAN 1 Sangatta Selatan, Jumat (25/9/2026).

SMAN 1 Sangatta Selatan menerima kunjungan tim HOPE dan GPI dalam rangka berbagi inspirasi, wawasan dunia kerja, serta refleksi pembelajaran bersama murid dan guru. Kegiatan yang berlangsung di Aula dan Laboratorium Komputer SMAN 1 Sangatta Selatan ini menjadi ruang bagi murid untuk mengenal lebih dekat dunia industri sekaligus membangun keberanian dalam merancang masa depan.

Kegiatan diikuti oleh murid kelas X peserta program HOPE dan murid kelas XI yang merupakan alumni HOPE. Kegiatan itu di buka oleh MC Andi Aqilla Harun yang kini menjabat sebagai ketua Osis SMAN 1 Sangatta Selatan. Suasana pagi itu terasa berbeda, murid tidak hanya duduk mendengarkan, tetapi juga diajak berbagi, bertanya, mengikuti kuis, bermain gim, dan berdiskusi langsung dengan para praktisi dari dunia industri.

Mimpi Adalah Kunci

Dalam sambutannya, Ahmad Fikri Adrianto mengajak murid untuk tidak takut memiliki mimpi. Menurutnya, mimpi bukan sekadar sesuatu yang dibayangkan, tetapi perlu diperjuangkan dengan usaha dan keberanian.

“Mimpi adalah kunci. Seperti pada lagu, dan lagu itu tidak bohong,” ungkap Ahmad Fikri di hadapan para murid.

Ia kemudian mengajak murid membayangkan masa depan yang ingin mereka raih. Menurutnya, ketika seseorang memiliki mimpi yang kuat dan mau berusaha untuk mewujudkannya, dukungan dari berbagai pihak dapat menjadi bagian penting dalam perjalanan tersebut.

“Jika kamu punya mimpi yang kuat dan kamu berusaha mewujudkannya, Insya Allah dengan dukungan Bapak dan Ibu guru, serta dukungan berbagai pihak, termasuk HOPE, mimpi itu akan terwujud,” tuturnya.

Pesan tersebut disampaikan dengan bahasa yang dekat dengan kehidupan murid. Ia mengingatkan bahwa tidak semua orang harus memiliki cita-cita yang sama. Bahkan, cita-cita seseorang dapat berubah seiring dengan pengalaman dan perjalanan hidup.

“Jangan ragu pada mimpi kalian, jangan ragu pada cita-cita kalian. Cita-cita boleh berubah, tetapi tujuan akhir harus sama, yaitu menjadi manusia yang bermanfaat bagi makhluk lain.”

Kalimat tersebut seolah mengajak murid untuk tidak hanya berpikir tentang “Saya ingin menjadi apa?”, tetapi juga “Saya ingin menjadi orang yang seperti apa dan memberikan manfaat apa bagi orang lain?”

Ketika Mimpi Diperjuangkan Bersama

Ahmad Fikri juga menyampaikan sebuah kutipan yang dikaitkan dengan penyanyi The Beatles, John Lennon, tentang mimpi.

Ia menjelaskan bahwa mimpi yang hanya disimpan sendiri akan tetap menjadi mimpi. Namun, ketika sebuah mimpi dibagikan dan diperjuangkan bersama, mimpi tersebut memiliki kesempatan lebih besar untuk diwujudkan.

“Mimpi kalau cuma dibawa sendiri, ya mimpi saja,” ujarnya.

Pesan ini menjadi relevan dengan kehadiran HOPE di tengah murid SMAN 1 Sangatta Selatan. Program tersebut tidak hanya menjadi ruang untuk belajar, tetapi juga menjadi jembatan bagi murid untuk mengenal dunia kerja, membangun keterampilan, dan mempersiapkan diri menghadapi masa depan.

HOPE Siapkan Community Channel untuk Alumni

Sementara itu, Manajer HOPE Indonesia, Lestari Simanjuntak, menyampaikan bahwa dukungan HOPE tidak berhenti ketika murid menyelesaikan program di sekolah.

HOPE Indonesia berencana membangun community channel bagi para alumni. Kanal tersebut nantinya dapat menjadi ruang bagi alumni untuk tetap terhubung, berinteraksi, berbagi pengalaman, serta saling memberikan informasi dan dukungan.

“HOPE akan membuat community channel untuk alumni agar bisa berinteraksi,” jelas Lestari.

Selain membangun jejaring alumni, HOPE juga terus mengembangkan kemitraan dengan berbagai industri dan perusahaan. Kemitraan tersebut diharapkan dapat membuka akses dan informasi mengenai dunia kerja bagi para alumni setelah mereka menyelesaikan pendidikan.

Dengan demikian, hubungan antara murid, alumni, HOPE, sekolah, dan dunia industri dapat terus terjalin dalam sebuah ekosistem yang saling mendukung.

Belajar Langsung dari Dunia Industri

Selain sesi berbagi inspirasi, tim GPI dan HOPE juga menyampaikan presentasi program dan capaian. Murid memperoleh wawasan mengenai dunia industri, profil perusahaan, serta berbagai hal yang perlu dipersiapkan untuk menghadapi dunia kerja.

Sharing session bersama tim GPI Annisa Camelia sebagai SHES juga menjadi salah satu sesi yang menarik perhatian murid. Dalam sesi tersebut, murid mendapatkan gambaran mengenai dunia industri sekaligus tips mempersiapkan diri menuju karier.

Suasana semakin semarak ketika murid mengikuti kuis dan games. Pertanyaan-pertanyaan yang diberikan tidak hanya menguji pengetahuan, tetapi juga menjadi kesempatan bagi murid untuk lebih berani berbicara, menjawab, dan berinteraksi.

Membawa Pulang Inspirasi

Menjelang akhir kegiatan, tim GPI dan HOPE menyerahkan apresiasi berupa tas ransel dan paket hadiah kepada murid. Kegiatan kemudian ditutup dengan foto bersama.

Namun, lebih dari sekadar hadiah, ada sesuatu yang diharapkan dibawa pulang oleh para murid: keberanian untuk bermimpi dan kemauan untuk memperjuangkannya.

Belajar Langsung di Laboratorium Komputer

Setelah seluruh rangkaian kegiatan di aula selesai, kunjungan dilanjutkan ke Laboratorium Komputer SMAN 1 Sangatta Selatan. Di ruang pembelajaran tersebut, tim GPI dan HOPE berinteraksi langsung dengan murid dan guru untuk melihat proses pembelajaran sekaligus melakukan diskusi dan refleksi bersama.

Kunjungan GPI dan HOPE Indonesia menjadi pengalaman berharga bagi murid SMAN 1 Sangatta Selatan. Dari aula hingga laboratorium komputer, murid belajar bahwa dunia pendidikan tidak berdiri sendiri. Ada dunia industri, para praktisi, alumni, guru, dan berbagai pihak yang dapat menjadi bagian dari perjalanan mereka menuju masa depan.

Sesi ini menjadi kesempatan bagi tim GPI dan HOPE untuk melihat secara langsung suasana pembelajaran di SMAN 1 Sangatta Selatan. Murid pun mendapat ruang untuk berbagi pengalaman belajar, sementara guru dapat berdiskusi mengenai proses pembelajaran dan pengembangannya.

Dengan demikian, kunjungan yang diawali dengan berbagi inspirasi dan wawasan dunia kerja di aula ditutup dengan melihat lebih dekat proses pembelajaran di kelas. Dari mimpi, dunia kerja, hingga pengalaman belajar—semuanya menjadi bagian dari perjalanan murid dalam menyiapkan masa depan.

Dan seperti pesan yang disampaikan Ahmad Fikri, cita-cita boleh berubah, tetapi tujuan untuk menjadi manusia yang bermanfaat hendaknya tetap menjadi arah perjalanan.

Bermimpi boleh tinggi. Ragu jangan. Karena sebuah mimpi tidak akan menjadi kenyataan jika hanya disimpan dalam pikiran—ia perlu diperjuangkan, selangkah demi selangkah.

SMANSatSet – Cepat Belajar, Cepat Tanggap, Cepat Berkarya

Salam SatSet

Berita & Artikel Lainnya

X