(Dari Olah Tubuh hingga Olah Pikir: Intip Keseruan Hari Ke-2 IHT SMANSATSET di Zenova Royal)
@Penulis: Yulli Retnowati, SE
SANGATTA — Memasuki hari kedua pelaksanaan In-House Training (IHT), semangat para pendidik SMA Negeri 1 Sangatta Selatan (SMANSATSET) tidak berkurang sedikit pun. Kegiatan yang mengusung tema besar “Upgrading Implementasi Pembelajaran Mendalam” ini kembali menghadirkan dinamika belajar yang interaktif dan penuh energi di Ballroom Hotel Zenova Royal, Sangatta.
Pagi hari diawali dengan suasana penuh keceriaan melalui kegiatan ice breaking berupa senam bersama yang dipandu oleh Ibu Yulli Retnowati, S.E. Gerakan energik, tawa, dan kebersamaan menciptakan atmosfer positif di antara para peserta. Aktivitas ini bukan sekadar pencair suasana, tetapi juga menjadi pengingat bahwa pembelajaran yang berkualitas membutuhkan energi, semangat, dan kesiapan diri dari seorang pendidik.

Memasuki sesi inti, Kepala SMANSATSET, Bapak Rubito, S.Pd., M.Pd., hadir memberikan penguatan materi tentang analisis modul ajar yang berorientasi pada pencapaian 8 Dimensi Profil Lulusan. Dalam pemaparannya, beliau menekankan bahwa modul ajar bukanlah sekadar dokumen administratif yang disusun untuk memenuhi tuntutan kelengkapan perangkat pembelajaran. Lebih dari itu, modul ajar harus menjadi panduan strategis yang mampu mengarahkan pengalaman belajar murid agar berkembang secara utuh, baik dari aspek karakter maupun kompetensi.
Pesan tersebut menjadi titik penting dalam kegiatan hari kedua. Guru diajak untuk melihat kembali apakah perencanaan pembelajaran yang selama ini disusun benar-benar memberikan ruang bagi murid untuk berpikir kritis, berkolaborasi, berkomunikasi, berkreasi, serta mengembangkan potensi dirinya. Dengan demikian, pembelajaran tidak berhenti pada penyampaian materi dan pencapaian nilai, tetapi juga menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna dan relevan dengan kehidupan nyata.
Suasana pelatihan semakin dinamis ketika para peserta dibagi ke dalam kelompok kerja untuk melakukan bedah dan analisis modul ajar masing-masing. Dengan semangat kolaborasi, setiap kelompok mencermati kesesuaian tujuan pembelajaran, aktivitas belajar, pengalaman murid, hingga asesmen yang dirancang. Diskusi berlangsung hangat, kritis, dan produktif. Berbagai perspektif muncul, memperlihatkan bahwa belajar bersama sesama pendidik dapat membuka ruang lahirnya gagasan-gagasan baru.
Tidak berhenti pada diskusi kelompok, setiap tim kemudian mempresentasikan hasil analisisnya di hadapan peserta lainnya. Sesi ini menjadi kesempatan untuk saling berbagi praktik baik, menyampaikan argumentasi, sekaligus menerima masukan konstruktif dari rekan sejawat. Perbedaan pandangan justru memperkaya proses belajar dan membantu guru melihat modul ajar dari sudut pandang yang lebih luas.
Melalui kegiatan ini, para pendidik SMANSATSET tidak hanya belajar memperbaiki dokumen perencanaan pembelajaran, tetapi juga membangun kesadaran bahwa kualitas pembelajaran berawal dari kualitas perencanaan dan komitmen guru dalam menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna.

Hari kedua IHT menjadi bukti bahwa peningkatan kompetensi guru bukanlah proses yang berhenti pada ruang pelatihan. Hasil diskusi, refleksi, dan kolaborasi diharapkan dapat diterjemahkan menjadi praktik nyata di ruang-ruang kelas.
Karena pada akhirnya, modul ajar terbaik bukanlah yang paling tebal atau paling lengkap secara administratif, melainkan yang mampu menghidupkan proses belajar dan memberikan dampak nyata bagi perkembangan setiap murid.
@SMANSatSet – Cepat Belajar, Cepat Tanggap, Cepat Berkarya
Salam SatSet.
Berita & Artikel Lainnya

Seri Motivasi (Seri 2) ; BELAJAR ITU SEPERTI BERKENDARA KE SEKOLAH
19 Okt 2026
Sinergi Generasi Muda dan Kepedulian Lingkungan, SMAN 1 Sangatta Selatan Hadir di Expo Kutim
17 Okt 2026
MUTIARA Day 9: Rehat Sejenak Menjemput Cahaya-Nya
28 Feb 2026PENGEMBANGAN KOOKURIKULER DAN TRG DI SMANSATSET
01 Agu 2025
MUTIARA Day 27: Satu Klik Berjuta Dampak
17 Mar 2026