Lompat ke konten
Home » BERITA PRESTASI SEKOLAH » MUTIARA Day 10: Deep Talk Ramadhan Bersama Alumni Hebat SMANSatSet

MUTIARA Day 10: Deep Talk Ramadhan Bersama Alumni Hebat SMANSatSet

  • ARTIKEL
Andi Nurul Ramadhani
Penulis
Andi Nurul Ramadhani Murid Kelas XII SMAN 1 Sangatta Selatan
Dewi Meiz
Editor
Dewi Meiz SMAN 1 Sangatta Selatan

MUTIARA Hari Kesepuluh dilaksanakan pada Sabtu, 28 Februari 2026 dengan tema Deep Talk Ramadhan. Pada kegiatan kali ini, selain tausiyah dari murid SMAN 1 Sangatta Selatan, hadir pula dua narasumber inspiratif yang merupakan alumni SMANSatSet.

Narasumber tersebut adalah Syahrul Ramadhani, A.Md.Kes yang kini menjabat sebagai Kepala Bagian Pelayanan Darah PMI Kabupaten Kutai Timur, serta Dina Riyani, mahasiswi Fakultas Farmasi Universitas Mulawarman sekaligus Gubernur BEM Fakultas Farmasi.

MUTIARA Day 10 Deep Talk Ramadhan SMANSatSet

Kegiatan ini menjadi momentum bagi murid untuk menambah ilmu dan wawasan tentang ke-Islaman dan mendapatkan pengalaman menarik dari dua narasumber.

Kegiatan ini diikuti oleh kepala sekolah, dewan guru, staf sekolah, serta seluruh murid SMA Negeri 1 Sangatta Selatan, dan juga melibatkan sekolah lain sebagai bentuk kolaborasi antarpelajar, salah satunya telah hadir peserta MUTIARA dari SMA Negeri 10 Pontianak. Kehadiran serta dukungan Bapak Kepala Sekolah menjadi bukti nyata komitmen sekolah dalam membina murid tidak hanya secara akademik, tetapi juga dalam aspek spiritual, moral, dan karakter.

Kegiatan Dakwah Digital Day 10 dibuka dan dipandu oleh Rif’at Azzahra Kelas XII-3 selaku Master of Ceremony (MC) sekaligus menjadi moderator dalam sesi Deep Talk Bersama dua narasumber.

Pada kegiatan ini, murid-murid yang terpilih menyampaikan materi dakwah dengan tema yang relevan dan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari. Berikut adalah rangkaian tausiyahnya.

Suasana MUTIARA Day 10

Tausiyah Pertama: Tujuan Puasa

Tausiyah pertama disampaikan oleh Asiyah Ahmad dari kelas XII-5 dengan tema “Tujuan Puasa”

Puasa memiliki tujuan utama yaitu membentuk manusia yang bertakwa, yaitu pribadi yang sadar akan kehadiran Allah dalam setiap keadaan. Melalui ibadah puasa, seseorang dilatih untuk menahan hawa nafsu, menjaga lisan, mengendalikan emosi, serta menjauhi perbuatan yang sia-sia. Puasa juga menumbuhkan rasa empati kepada orang yang kekurangan, karena kita merasakan langsung bagaimana menahan lapar dan haus.

Selain itu, puasa mengajarkan keikhlasan, karena ibadah ini dilakukan dengan pengawasan langsung dari Allah. Tidak ada yang tahu apakah seseorang benar-benar berpuasa kecuali dirinya dan Allah. Dari sinilah lahir kejujuran dan tanggung jawab pribadi. Dengan demikian, tujuan puasa bukan hanya bersifat fisik, tetapi lebih dalam lagi, yaitu membentuk akhlak mulia, memperkuat iman, dan menjadikan seorang Muslim lebih dekat kepada Allah serta lebih baik dalam bermasyarakat.

Tausiyah Kedua: Amalan Bulan Puasa

Tausiyah kedua disampaiakan oleh Fariska Dwi Rahma Sari dari kelas XII-4 dengan tema “Amalan Bulan Puasa ”

Bulan puasa adalah bulan yang penuh dengan peluang kebaikan. Selain menjalankan puasa wajib, umat Islam dianjurkan memperbanyak amalan seperti shalat sunnah, membaca dan memahami Al-Qur’an, memperbanyak doa, zikir, serta memperbanyak sedekah. Setiap amal kebaikan di bulan ini dilipatgandakan pahalanya oleh Allah.

Amalan puasa juga mencakup menjaga lisan dari perkataan yang tidak baik, menahan amarah, serta memperbaiki hubungan dengan sesama. Ramadan bukan hanya tentang ibadah pribadi, tetapi juga tentang meningkatkan kepedulian sosial dan mempererat silaturahmi. Dengan memperbanyak amalan di bulan puasa, seorang Muslim dapat membersihkan hati, memperkuat iman, dan meraih keberkahan yang besar di dunia maupun di akhirat.

Tausiyah MUTIARA Day 10

Tausiyah Ketiga: Pentingnya Menjaga Lisan di Era Sosial Media

Tausiyah ketiga disampaikan oleh Muhammad Fadhil Abizar dari kelas XII-3 dengan tema “ Pentingnya Menjaga Lisan Di Era Sosial Media ”

Di era sosial media, menjaga lisan tidak hanya berarti menjaga ucapan secara langsung, tetapi juga menjaga tulisan, komentar, dan unggahan di dunia digital. Setiap kata yang dibagikan dapat tersebar luas dan meninggalkan jejak yang panjang, sehingga harus dipertanggungjawabkan di hadapan Allah. Islam mengajarkan agar setiap Muslim berhati-hati dalam berbicara, tidak menyebarkan kebencian, hoaks, fitnah, maupun ujaran yang menyakiti orang lain.

Menjaga lisan di media sosial juga berarti menggunakan platform digital untuk menyebarkan kebaikan, dakwah, dan pesan yang menyejukkan. Dengan menjaga lisan, seorang Muslim dapat menjaga kehormatan diri, mempererat persaudaraan, serta menjadikan media sosial sebagai ladang pahala, bukan sumber penyesalan.

Tausiyah Keempat: Menjadi Remaja Berakhlak di Era Digital

Tausiyah keempat disampaikan oleh Linda Dwiana murid kelas XII-2 dengan tema “menjadi remaja yang berakhlak di era digital”

Di era digital, remaja menghadapi berbagai tantangan seperti pengaruh media sosial, pergaulan bebas, dan informasi yang tidak terkontrol. Oleh karena itu, akhlak menjadi pondasi utama agar remaja tidak mudah terjerumus pada hal-hal negatif. Islam mengajarkan remaja untuk menjaga adab dalam berbicara, bersikap sopan, menghormati orang tua dan guru, serta bertanggung jawab atas setiap perbuatan, baik di dunia nyata maupun dunia digital.

Menjadi remaja yang berakhlak di era digital juga berarti menggunakan teknologi untuk hal-hal yang bermanfaat, seperti menambah ilmu, berdakwah, dan menyebarkan kebaikan. Dengan iman yang kuat dan akhlak yang mulia, remaja tidak hanya mampu menjaga diri dari pengaruh buruk zaman, tetapi juga menjadi teladan dan agen perubahan yang membawa kebaikan bagi lingkungan sekitarnya.

Tausiyah Kelima: Menjadi Seseorang yang Sederhana

Tausiyah kelima disampiakan oleh Gelang Al Qohtoni dari kelas XII-2 dengan tema ‘’ Mejadi Seseorang Yang sederhana ‘’

Kesederhanaan adalah sikap hidup yang tidak berlebihan dalam harta, gaya hidup, maupun keinginan. Seseorang yang sederhana tidak sombong dengan apa yang dimilikinya dan tidak merasa rendah diri dengan apa yang tidak dimilikinya. Ia mampu bersyukur atas nikmat Allah dan menggunakan rezeki dengan bijak serta tidak berlebihan.

Dalam Islam, kesederhanaan mencerminkan akhlak yang mulia karena menjauhkan diri dari sifat pamer, riya, dan pemborosan. Hidup sederhana bukan berarti hidup dalam kekurangan, tetapi hidup dengan keseimbangan dan rasa cukup. Dengan sikap sederhana, hati menjadi lebih tenang, hubungan sosial lebih harmonis, dan kehidupan terasa lebih berkah.

Pembacaan Hadis

Disampaikan oleh M. Deswangga (XI-4):

«اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ»

Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari sifat lemah dan sifat malas.”

Hadis ini diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dan tercantum dalam hadis sahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim.

Kolaborasi Antar Sekolah

Kegiatan ini juga diikuti oleh SMA Negeri 10 Pontianak yang turut bergabung menyaksikan Dakwah Digital bersama siswa-siswi SMA Negeri 1 Sangatta Selatan. Kolaborasi ini mempererat ukhuwah islamiyah serta memperluas wawasan dan semangat kebersamaan antarpelajar.

Deep Talk Ramadhan Alumni SMANSatSet

Deep Talk Ramadhan Bersama Alumni

Sesi Deep Talk Ramadhan menghadirkan alumni inspiratif SMA Negeri 1 Sangatta Selatan, yaitu:

1. Syahrul Ramadhani, A.Md.Kes

Beliau merupakan Kepala Bagian Pelayanan Darah di PMI, alumni SMAN 1 Sangatta Selatan Tahun 2022, menempuh Pendidikan D3 di Jakarta, berprestasi di berbagai lomba nasional, aktif berorganisasi sebagai Ketua OSIS dan Pramuka, serta lulus SMA dengan peringkat pertama. Dalam sesi ini, beliau membagikan pengalaman perjuangan akademik, organisasi, serta pentingnya kerja keras dan konsistensi.

Dalam sesi tanya jawab (yang dapat disaksikan melalui siaran langsung YouTube), Syahrul menekankan pentingnya keberanian mencoba:

“Lebih baik gagal dalam mencoba daripada tidak pernah mencoba sama sekali. Banyak beasiswa menanti di luar sana, maka jangan pernah menyerah.”

Ia berbagi pengalaman tentang perjuangan akademik, manajemen waktu, dan konsistensi dalam berorganisasi yang membentuk karakter kepemimpinan.

2. Dina Riyani

Gubernur BEM Universitas Mulawarman, alumni SMAN 1 Sangatta Selatan Tahun 2022, mahasiswi Fakultas Farmasi, pernah menjabat Menteri BEMKM dan Gubernur BEM, Duta Farmasi, Duta Anti Narkoba 2024, serta Duta Literasi 2024. Beliau memotivasi siswa untuk aktif, percaya diri, dan berani mengembangkan potensi sejak dini. Dina menyampaikan bahwa murid SMANSatSet sangat layak untuk tampil di kancah nasional, apa yang dulu pernah dipelajari di sekolah dapat ia gunakan untuk mengembangkan diri di bangku kuliah.

Dalam sesi Deep Talk dan tanya jawab, Dina menyampaikan bahwa ketika melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, ia membawa nama baik sekolah. Ia menyadari dunia kampus sangat berbeda dengan dunia sekolah, tetapi pengalaman organisasi di SMANSatSet membentuk keberanian untuk berbicara, tampil (show up), dan percaya diri.

Ia menegaskan bahwa dukungan guru di sekolah menjadi fondasi utama keberhasilannya. Kesempatan yang diberikan untuk berkembang sejak SMA menjadi bekal berharga di dunia perkuliahan.

Dina juga memotivasi adik-adik agar bangga dengan potensi diri, berani mengeksplorasi pengalaman, serta aktif membangun insight. Semakin luas wawasan, semakin kuat pijakan untuk berkiprah di tingkat nasional.

Kegiatan MUTIARA Dakwah Digital diharapkan dapat menjadi sarana pembinaan iman dan akhlak bagi murid SMA Negeri 1 Sangatta Selatan, sekaligus menumbuhkan semangat belajar, berorganisasi, dan berdakwah secara kreatif di era digital.

Semoga kegiatan ini membawa keberkahan, memperkuat karakter generasi muda, serta menjadi inspirasi bagi seluruh warga sekolah.

@SMANSatSetCepat Belajar, Cepat Tanggap, Cepat Berkarya

Salam SatSet

X