MUTIARA hari ke sebelas dilaksanakan pada Ahad, 1 Maret 2026 dengan tema “Pengaruh Puasa Terhadap Kesehatan”. Pada MUTIARA kali ini, selain penceramah dari murid-murid SMAN 1 Sangatta Selatan, kegiatan ini juga menghadirkan tokoh ternama sebagai narasumber yaitu Bapak dr. Ade Hashman, Sp. An. Sosok beliau sangat populer baik di dunia medis maupun di kalangan masyarakat, karena selain berprofesi sebagai dokter, beliau juga seorang penulis buku.
Kegiatan ini diikuti oleh Kepala Sekolah, dewan guru, staf sekolah, serta seluruh murid SMA Negeri 1 Sangatta Selatan. Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan sekolah lain sebagai bentuk kolaborasi antarpelajar. Salah satunya telah hadir peserta MUTIARA dari SMA Negeri 10 Pontianak. Kehadiran serta dukungan Bapak Kepala Sekolah menjadi bukti nyata komitmen sekolah dalam membina murid tidak hanya secara akademik, tetapi juga dalam aspek spiritual, moral, dan karakter.
Kegiatan Dakwah Digital Day sebelas dibuka dan dipandu oleh Azizah Salina kelas XII-3 selaku Master of Ceremony (MC) sekaligus menjadi moderator dalam sesi Bincang Ramadhan bersama narasumber. Dengan penuh semangat dan kekhusyukan, Azizah menyapa seluruh peserta, baik bapak ibu guru, narasumber, maupun murid-murid SMA Negeri 1 Sangatta Selatan serta peserta dari SMA Negeri 10 Pontianak yang selalu hadir dalam kegiatan MUTIARA SMANSatSet. Azizah mengarahkan jalannya acara agar berlangsung dengan tertib dan bermakna.
Acara kemudian dilanjutkan dengan tilawah ayat suci Al-Qur’an oleh Queen Faza N.A dari kelas X-1, yang melantunkan QS. Al-Ahzab ayat 40–43. Lantunan ayat suci tersebut menghadirkan suasana khidmat serta mengingatkan seluruh peserta akan kemuliaan Rasulullah ﷺ dan pentingnya meneladani ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Tausiyah dan Motivasi Ramadhan
Memasuki acara inti, tausiyah disampaikan oleh Bapak dr. Ade Hashman, Sp. An. dengan tema “Pengaruh Puasa Terhadap Kesehatan”. Dalam penyampaiannya, beliau memadukan perspektif medis dan nilai-nilai keislaman sehingga peserta memperoleh pemahaman yang utuh tentang manfaat puasa bagi kesehatan jasmani dan rohani.
Pengaruh Puasa Terhadap Kesehatan
Dalam tausiyahnya, dr. Ade Hashman, Sp.An menegaskan bahwa ibadah puasa Ramadhan merupakan ibadah yang memiliki dimensi ibadah, kesehatan, dan pendidikan karakter. Puasa tidak hanya mengajarkan ketaatan kepada Allah SWT, tetapi juga menjadi sarana pembentukan gaya hidup sehat yang telah diajarkan oleh Rasulullah ﷺ sejak berabad-abad lalu.
1. Puasa sebagai Ibadah yang Menyempurnakan Keimanan
Puasa melatih seorang Muslim untuk menahan diri, baik dari makan dan minum maupun dari perbuatan yang dapat merusak pahala. Ketika seseorang mampu mengendalikan hawa nafsunya, maka akan terbentuk kepribadian yang lebih sabar, tenang, dan kuat secara mental. Ketenangan jiwa ini sangat berpengaruh terhadap kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Puasa juga menanamkan keikhlasan, karena ibadah ini hanya diketahui oleh Allah SWT. Keikhlasan inilah yang menjadi dasar kesehatan hati dan jiwa.
2. Puasa Memberi Kesempatan Tubuh untuk Beristirahat
Dalam kondisi normal, tubuh bekerja terus-menerus untuk mencerna makanan. Melalui puasa, sistem pencernaan diberikan waktu untuk beristirahat, sehingga tubuh dapat melakukan proses perbaikan sel dan pembuangan racun secara alami. Menurut dr. Ade Hashman, saat berpuasa tubuh akan mengalihkan sumber energi dari makanan ke cadangan lemak. Proses ini membantu menjaga keseimbangan metabolisme dan meningkatkan efisiensi kerja organ tubuh.
3. Puasa Membantu Mengatur Pola Makan dan Gaya Hidup
Puasa mengajarkan disiplin waktu, terutama dalam mengatur jadwal makan sahur dan berbuka. Kebiasaan ini melatih seseorang untuk tidak makan secara berlebihan dan lebih bijak dalam memilih makanan.
Jika puasa dijalankan dengan benar, tidak berlebihan saat berbuka dan tetap menjaga asupan gizi, maka puasa dapat membantu:
- Menjaga berat badan ideal
- Mengontrol kadar gula darah
- Menurunkan risiko gangguan pencernaan
Hal ini menunjukkan bahwa Islam telah mengajarkan pola hidup sehat jauh sebelum ilmu kedokteran modern berkembang.
4. Puasa Menyehatkan Jiwa dan Pikiran
Selain menyehatkan fisik, puasa juga sangat berpengaruh terhadap kesehatan mental. Dengan memperbanyak ibadah, dzikir, dan membaca Al-Qur’an, hati menjadi lebih tenang dan pikiran lebih jernih. dr. Ade Hashman menekankan bahwa banyak penyakit fisik berawal dari tekanan batin dan stres yang tidak terkelola dengan baik.
Puasa menjadi sarana untuk menenangkan hati, memperbaiki niat, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT, sehingga kesehatan jiwa pun terjaga.
5. Keseimbangan Antara Jasmani dan Ruhani
Puasa mengajarkan keseimbangan hidup. Tubuh tidak dimanjakan secara berlebihan, sementara jiwa diperkuat dengan ibadah. Keseimbangan inilah yang menjadi kunci kesehatan sejati.
Rasulullah ﷺ memberikan teladan hidup sederhana, tidak berlebihan dalam makan dan minum, serta menjaga kebersihan dan ketenangan hati. Semua itu terbukti memberikan dampak besar terhadap kesehatan manusia.
6. Puasa sebagai Pendidikan Karakter bagi Generasi Muda
Bagi para pelajar, puasa merupakan latihan pembentukan karakter. Puasa melatih:
- Disiplin waktu
- Kesabaran
- Tanggung jawab
- Kepedulian terhadap sesama
Dengan berpuasa, kita diharapkan mampu mengendalikan emosi, menjaga lisan, serta membiasakan diri berperilaku baik dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.
@SMANSatSet – Cepat Belajar, Cepat Tanggap, Cepat Berkarya
Salam SatSet