Lompat ke konten
Home » BERITA PRESTASI SEKOLAH » MUTIARA Day 18: Dari Penjuru Nusantara Bersatu Dalam Cahaya Ramadhan

MUTIARA Day 18: Dari Penjuru Nusantara Bersatu Dalam Cahaya Ramadhan

Andi Jihan Al Zahira
Penulis
Andi Jihan Al Zahira Murid Kelas XI SMAN 1 Sangatta Selatan
Dewi Meiz
Editor
Dewi Meiz SMAN 1 Sangatta Selatan
MUTIARA Day 18: Dari Penjuru Nusantara Bersatu Dalam Cahaya Ramadhan

Tak terasa waktu kian berlalu, hari berganti hari dan sampailah kita di hari kedepalan belas bulan suci ramadhan. Bulan penuh berkah yang perlu kita isi dengan berbagai kegiatan positif. Seusai sahur dan ibadah shalat subuh dilaksanakan, kegiatan MUTIARA (Motivasi dan Tausiyah Pagi Ramadhan) hari kedelapan belas pada Ahad, 8 Maret 2026 kembali dibuka. Dengan hanya membuka sebuah tautan aplikasi zoom, kita dapat bertemu dengan saudara-saudara kita tanpa harus keluar dari rumah. Kegiatan mulia ini lebih terasa spesial lagi, karena akan diisi oleh saudara-saudara yang luar biasa kancah nasional.

Kegiatan MUTIARA Ramadhan

Ruang virtual kegiatan MUTIARA kini perlahan dipenuhi oleh para penimba ilmu, menantikan ilmu baru di pagi hari ini. Pada kesempatan pagi ini, tausiyah akan disampaikan oleh Nanda Maharani (SMA LTI IGM Palembang), Katya Humaira Pandit (SMA AVICENNA JAGAKARSA Jakarta), Djibril Helta Putra (SMAN 1 Semarapura Bali), Asra Auliah Arman (SMAN 3 Majene), dan Azizah Salina (SMAN 1 Sangatta Selatan). Mereka adalah pelajar hebat yang mewakili sekolah dari masing-masing pulau.

Seperti biasa, acara dibuka oleh sambutan hangat dan penuh semangat oleh MC Salsabela salah satu siswi SMAN 1 Sangatta Selatan. Intonasi penuh semangat, dan raut wajah yang ramah, Salsabela menjadi pembangkit rasa semangat saudara-saudara yang berada di ruang virtual ini. Merdunya lantunan ayat suci al-qur’an oleh Muhammad Ibrahim tak lupa menghiasi awal daripada kegiatan pagi ini.

Acara dilanjutkan dengan penyampaian oleh Bapak Rubito, M.Pd. Dengan ramah dan penuh perhatian beliau memperkenalkan lebih rinci mengenai kegiatan dakwah digital ini. Beliau menjelaskan berbagai tujuan dan manfaat dari kegiatan MUTIARA, salah satunya sebagai wadah para pelajar untuk bisa lebih berani tampil di hadapan orang banyak.

Tausiyah Pertama: Asra Auliah Arman (SMAN 3 Majene)

Tausiyah dibuka oleh Asra Auliah Arman, dirinya menyampaikan sebuah tausiyah singkat yang bertajuk “Pemuda yang Hebat adalah Pemuda yang Taat”. Seorang pemuda yang baik ialah orang yang berdiri di masjid, dan bukan berdiri di tengah-tengah kemaksiatan.

Hal ini penting karena hidup tidak akan selalu mudah. Akan ada banyak ujian yang datang, baik dalam kehidupan maupun dalam menjalankan ibadah. Namun justru di situlah nilai dari sebuah perjuangan. Ketika seseorang tetap memilih untuk beribadah di tengah banyaknya godaan dan kesibukan, itu menunjukkan keteguhan imannya kepada Allah SWT.

Misalnya para pemuda yang memilih datang ke masjid, berdiri dalam shalat, dan membaca Al-Qur’an. Itu adalah salah satu bentuk perjuangan yang sangat mulia di sisi Allah SWT. Dengan membaca dan memahami Al-Qur’an, hati menjadi lebih tenang dan kita mendapatkan petunjuk dalam menjalani kehidupan. Perlunya kita meningkatkan ketaatan kita kepada Allah, karena kita sebagai pemuda akan menjadi pundak tuk menopang masa depan bangsa, dan agama kita.

Kegiatan MUTIARA

Tausiyah Kedua: Djibril Helta Putra (SMAN 1 Semarapura Bali)

Perintah untuk berpuasa di bulan suci ramadhan senantiasa ditunggu-tunggu oleh umat islam. Puasa yang dijalankan bukan sekadar menahan lapar dan haus, melainkan menahan emosi, lisan, dan perilaku yang tidak baik. Jika seseorang masih berkata dan berperilaku kasar, maka hakikat puasa belum benar-benar ia rasakan.

Seperti yang diajarkan oleh Rasulullah, puasa melindungan kita dari dosa dan api neraka. Jadikanlah puasa sebagai sarana memperbaiki diri, hubungan antar Allah maupun antar sesama saudara kita. Jangan sampai bulan suci ini dihabiskan dengan kegiatan yang kurang bermanfaat, belum tentu kita bisa berjumpa dengan bulan suci ramadhan lagi. Empati dan rasa bersyukur pula semakin meningkat karena menjalankan puasa, dorongan untuk bersyukur dan berbagi akan terus ada karena empati kita.

Bulan suci inilah momen yang baik untuk mulai berubah menjadi pribadi lebih baik. Jika kemarin masih bermasalah di ibadahnya, pebaiki ibadahnya. Apabila kemarin kita masih kurang menghormati kedua orang tua, kita perbaiki di bulan suci ramadhan ini agar menjadi anak yang lebih berbakti. Manfaatkanlah bulan suci ramadhan ini dengan berpuasa tuk meningkatkan kualitas diri.

Tausiyah Ketiga: Azizah Salina (SMAN 1 Sangatta Selatan)

Keistimewaan Nuzulul Qur’an dan malam Lailatul Qadar menjadi inti penyampaian Azizah Salina. Dirinya menerangkan kedua peristiwa tersebut memiliki hubungan yang erat, ramadhan adalah bulan diturunkannya al-qur’an sebagai pedoman hidup umat islam. Al-qur’an bukan sebuah kitab yang hanya dibaca, melainkan petunjuk hidup. Dalam al-qur’an dijelaskan mengenai bagaimana seharusnya seorang manusia menjalankan kehidupannya. Kehidupan kita di dunia maupun di akhir sudah di atur oleh Allah.

Ayat pertama yang diwahyukan kepada Rasulullah adalah perintah Iqro’ yang artinya bacalah. Ini merupakan pertanda bahwa islam merupakan agama yang sangat menghargai ilmu dan pemahaman. Dengan ilmu, kita bisa meraih dunia dan akhirat sebagaimana yang telah dijelaskan oleh hadits ibnu majah, menuntut ilmu adalah suatu kewajiban bagi umat muslim.

Malam Lailatul Qadar akan terjadi di 10 malam terakhir bulan ramadhan, walau tak tentu kapan akan terjadi. Maka dari itulah, hendaknya kita meningkatkan amalan kita, karena malam itulah kita mendapatkan banyak sekali manfaat pahala selama 83 tahun. Rugi sekali bila kita melewatkan malam Lailatul Qadar. Jalani ramadhan dengan penuh kebaikan dan hal-hal positif.

Tausiyah Keempat: Katya Humaira Pandit (SMA AVICENNA JAGAKARSA Jakarta)

Bertajuk “Mengingat Allah di Tengah Kesibukan” Katya Humaira Pandit mengingatkan apa yang telah disampaikan oleh Allah, mengenai kebesarannya sebagai sang pencipta. Namun, di kehidupan yang penuh aktivitas ini seringkali manusia lalai untuk mengingat Allah. Tanpa disadari waktu beribadah dan mengingat Allah semakin berkurang. Dalam al-qur’an sudah dijelaskan, sungguh beruntung orang yang menyucikan diri dan mengingat tuhan, lalu melaksanakan shalat.

Keberuntungan sejati adalah bagi orang yang mampu menjaga dirinya, mengingat Allah, dan menjalankan ibadah kepada-Nya. Dalam proses menggapai cita yang sudah terangan, kita tak boleh lupa akan sang pencipta kita, Allah SWT. Pada hakikatnya, ketenangan hati dan keberkahan hidup tak hanya diraih dari pencapaian dunia, tetapi juga dari kedekatan kita dengan Allah.

Oleh karena itu, kita perlu terus mengingat Allah walau di tengah kesibukan dunia. Kita dapat memulainya dengan hal-hal sederhana, seperti shalat tepat waktu, bersyukur atas nikmat yang dilimpahkan, serta berusaha menjadi pribadi yang lebih baik.

Tausiyah Kelima: Nanda Maharani (SMA LTI IGM Palembang)

“Peran Pemuda dalam Membangun Bangsa dan Negara” tajuk tausiyah yang disampaikan oleh Nanda Maharani. Pemuda adalah generasi yang diharapkan untuk menjaga agama dan membawa perubahan akan kebaikan. Pemuda merupakan agen perubahan bangsa generasi emas 2045. Karakter yang harus dimiliki oleh pemuda ialah akhlak yang baik, berkata jujur, bertanggung jawab, dan disiplin.

Nanda Maharani mengajak kita untuk merenungkan apakah kita sudah menjadi pemuda yang memanfaatkan hal baik dan apakah kita bermanfaat bagi bangsa dan negara? Kita perlu bercermin dengan teladan Rasulullah SAW yang memiliki pribadi amanah, sabar, tegar, dan rela berkorban, menjadikan beliau sebagai panutan dan motivasi tuk jadi lebih baik.

Rencana yang dapat kita lakukan sebagai pemuda tuk masa depan adalah dengan meningkatkan ilmu pengetahuan, berkontribusi untuk masyarakat dan bangsa, serta membentuk karakter dan akhlak yang baik. Sebuah kata singkat penuh motivasi disampaikan oleh Nanda, yaitu jaga hati, tingkatkan iman, saling menasihati dalam kebaikan.

Diskusi MUTIARA

Tausiyah telah disampaikan, selanjutnya adalah sesi bincang inspiratif bersama saudara-saudara luar biasa yang telah menyampaikan tausiyahnya. Bincang inspiratif diisi dengan perbincangan mengenai kehidupan ramadhan di daerah masing-masing, dan kegiatan yang dilakukan tuk mengisi waktu luang di bulan suci ramadhan. Berbagai cerita dibagikan, perbedaan daerah membuat cerita yang mereka ceritakan beragam, mewarnai indahnya bulan suci ramadhan dengan warna masing-masing.

Di penghujung acara, refleksi akan kegiatan dakwah digital ini disampaikan oleh bapak Muqorobin, M.Pd dari SMA AVICENNA JAGAKARSA Jakarta, dan bapak I Putu Sudibawa dari SMAN 1 Semarapura Bali. Berbagai afirmasi positif dicurahkan, diantaranya berupa manfaat yang dirasakan setelah mengikuti kegiatan MUTIARA, serta harapan besar akan kegiatan MUTIARA ini terhadap pendidikan moral generasi bangsa. Dilanjutkan pemberian penghargaan dan rasa terima kasih oleh bapak Rubito, M.Pd sebagai bentuk apresiasi terhadap para pelajar hebat yang telah berkontribusi di kegiatan dakwah digital yang mulia ini.

Sungguh bahagia dapat bertemu dan mendapatkan berbagai ilmu baru dari saudara-saudara kita. Jauhnya jarak, perbedaan lokasi dan pulau tak menghalangi rasa semangat dalam berdakwah dan menuntut ilmu. Kita dipersatukan dalam sebuah forum ini tanpa alasan, melainkan menjadi motivasi kita tuk selalu mengingat bahwa ilmu dapat kita sebarkan dan dapatkan dari mana saja. Selama api semangat membara, jarak tak akan menjadi suatu penghalang.

@SMANSatSetCepat Belajar, Cepat Tanggap, Cepat Berkarya

Salam SatSet

X