Lompat ke konten
Home » BERITA PRESTASI SEKOLAH » MUTIARA Day 19: Menggapai Malam Lailatul Qadr

MUTIARA Day 19: Menggapai Malam Lailatul Qadr

Safira Nazwa Azzalia
Penulis
Safira Nazwa Azzalia Murid Kelas XII SMAN 1 Sangatta Selatan
Dewi Meiz
Editor
Dewi Meiz SMAN 1 Sangatta Selatan
MUTIARA Day 19 SMAN 1 Sangatta Selatan 2026 – Menggapai Malam Lailatul Qadr

Kegiatan MUTIARA (Motivasi dan Tausiyah Pagi Ramadhan) hari kesembilan belas dilaksanakan pada Senin, 9 Maret 2026. Kegiatan ini dipandu oleh Adzam dari kelas X-6 yang bertugas sebagai MC. Dengan penuh semangat, ia membuka acara dan mengajak seluruh peserta untuk mensyukuri nikmat Ramadhan yang masih Allah SWT berikan, khususnya kesempatan untuk terus meningkatkan ibadah di sepuluh hari terakhir bulan suci ini.

Suasana kegiatan berlangsung khusyuk dan penuh antusiasme. Para peserta mengikuti rangkaian tausiyah yang disampaikan oleh beberapa murid dengan tema-tema yang mengingatkan pentingnya memanfaatkan Ramadhan sebagai momentum memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Kegiatan MUTIARA Day 19 SMANSatSet

Tausiyah Pertama: Malam Lailatul Qadr

Aliah Salsabila (XII-1) menyampaikan bahwa bulan Ramadhan merupakan bulan yang sangat istimewa bagi umat Islam. Pada bulan ini, umat Islam diwajibkan untuk melaksanakan ibadah puasa dan memperbanyak amal kebaikan. Salah satu keistimewaan Ramadhan adalah adanya malam Lailatul Qadr, yaitu malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Malam Lailatul Qadr memiliki keutamaan yang luar biasa. Ibadah yang dilakukan pada malam tersebut memiliki pahala yang sangat besar. Karena kita tidak mengetahui secara pasti kapan datangnya malam Lailatul Qadr, Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk memperbanyak ibadah pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan.

Ada beberapa hikmah yang dapat kita ambil dari keistimewaan malam Lailatul Qadr. Pertama, Allah SWT memberikan kesempatan kepada hamba-Nya untuk memperoleh pahala yang sangat besar melalui ibadah pada malam tersebut. Kedua, malam ini menjadi kesempatan bagi umat Muslim untuk memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah dilakukan. Ketiga, malam Lailatul Qadr mengajarkan kita untuk bersungguh-sungguh dalam beribadah serta meningkatkan kedekatan kita kepada Allah SWT.

Tausiyah Kedua: Pentingnya Berbuat Baik di Bulan Ramadhan

Maulida Putri (XII-4) menyampaikan bahwa bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh keberkahan. Pada bulan ini, Allah SWT melipatgandakan pahala dari setiap kebaikan yang dilakukan oleh hamba-Nya. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah serta melakukan berbagai perbuatan baik kepada sesama.

Sekecil apa pun kebaikan yang kita lakukan tidak akan sia-sia. Semua perbuatan baik akan dicatat dan akan mendapatkan balasan dari Allah SWT. Berbuat baik tidak selalu harus dengan hal yang besar. Hal-hal sederhana juga termasuk perbuatan baik, seperti membantu orang tua di rumah, menghormati guru, menolong teman yang sedang kesulitan, serta berkata dengan sopan dan santun.

Selain itu, di bulan Ramadhan kita juga dianjurkan untuk memperbanyak sedekah, membaca Al-Qur’an, serta melaksanakan shalat tarawih. Kita juga harus menjaga sikap dan ucapan, menghindari perkataan yang tidak baik, tidak saling bertengkar, serta saling memaafkan agar ibadah puasa yang kita jalankan menjadi lebih sempurna.

Dokumentasi kegiatan MUTIARA

Tausiyah Ketiga: Hari Raya Idul Fitri

Fahri Shakwan (XII-4) menyampaikan bahwa Hari Raya Idul Fitri bukan hanya sekadar hari kemenangan dengan mengenakan pakaian baru atau berkumpul bersama keluarga. Lebih dari itu, Idul Fitri merupakan momentum untuk kembali kepada fitrah, yaitu kembali kepada kesucian setelah sebulan penuh berjuang menahan hawa nafsu.

Rasulullah SAW mengajarkan bahwa orang yang benar-benar meraih kemenangan di hari raya Idul Fitri adalah mereka yang berhasil meningkatkan ketakwaan selama bulan Ramadhan. Puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan lisan dari perkataan buruk, menahan hati dari rasa iri dan dengki, serta menjauhkan diri dari perbuatan maksiat.

Menjelang Hari Raya Idul Fitri, ada beberapa hal yang perlu kita persiapkan. Pertama, menyempurnakan ibadah di bulan Ramadhan. Kedua, menunaikan zakat fitrah sebagai bentuk kepedulian kepada sesama. Ketiga, saling memaafkan agar hubungan antar sesama menjadi kembali bersih dan penuh kedamaian. Dengan demikian, Idul Fitri tidak hanya menjadi penutup Ramadhan, tetapi juga menjadi awal untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Tausiyah Keempat: Gemar Bersedekah

Queen Faza (X-1) menyampaikan bahwa sedekah tidak akan mengurangi harta seseorang. Justru sebaliknya, Allah SWT akan menambah keberkahan dan kemuliaan bagi hamba-Nya yang gemar bersedekah serta memiliki sifat pemaaf.

Sedekah merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Bentuk sedekah tidak selalu berupa harta. Sedekah juga dapat berupa tenaga, pikiran, waktu, bahkan senyuman kepada orang lain. Sekecil apa pun sedekah yang kita berikan, meskipun hanya sebesar biji zarrah, kebaikannya akan kembali kepada diri kita sendiri.

Melalui sedekah, kita belajar untuk peduli kepada sesama dan menumbuhkan rasa empati. Oleh karena itu, gemar bersedekah adalah salah satu amalan yang dapat membuat kita semakin dicintai oleh Allah SWT serta membawa keberkahan dalam kehidupan.

Kegiatan MUTIARA Ramadhan

Tausiyah Kelima: Dzikir

Marvel Vito Vavian (X-6) menyampaikan Ramadhan its a very special month for muslim. This month is full of mercy, forgiveness, and blessing. In this month is a very good dates to gate a multiple reward from Allah SWT. salah satunya adalah dzikir. This verse teach us a beautiful message, if we remember Allah, Allah will remember us. Dzikir is simple, but very full, we can say Subhanallah, Alhamdulillah, and Allah Akbar anytime and anywhere. There is story about abu furairah, one of complaints of Prophet Muhammad Saw. because he love to remember Allah and stay love to Prophet Allah. And then, Allah give him a great memory to knowable, that’s why he become the most narator of hadist in Islamic history. Kalau kita sering berdzikir bukan hanya amal tetapi hati pun juga ikut tenang. So in this Ramadhan let us to our dzikir, remember to Allah in the morning, in evening, and after prayer. Because the heart that remember Allah is always fine

Marvel menyampaikan pentingnya dzikir sebagai salah satu amalan yang sangat dianjurkan di bulan Ramadhan. Ia menjelaskan bahwa Ramadhan adalah bulan yang penuh rahmat, ampunan, dan keberkahan dari Allah SWT.

Dzikir merupakan amalan yang sederhana, namun memiliki makna yang sangat dalam. Dengan berdzikir, kita mengingat Allah SWT dalam setiap keadaan. Kita dapat mengucapkan kalimat-kalimat dzikir seperti Subhanallah, Alhamdulillah, dan Allahu Akbar kapan saja dan di mana saja.

Ia juga menyinggung kisah Abu Hurairah, salah satu sahabat Rasulullah SAW yang dikenal sangat mencintai dzikir dan selalu mengingat Allah. Karena kedekatannya dengan Rasulullah SAW dan kegemarannya dalam mengingat Allah, beliau dianugerahi ingatan yang kuat sehingga menjadi salah satu perawi hadis terbanyak dalam sejarah Islam.

Dengan memperbanyak dzikir, hati akan menjadi lebih tenang dan damai. Oleh karena itu, di bulan Ramadhan ini kita dianjurkan untuk memperbanyak dzikir, baik di pagi hari, sore hari, maupun setelah melaksanakan shalat. Hati yang selalu mengingat Allah akan senantiasa dipenuhi ketenangan dan keberkahan.

@SMANSatSetCepat Belajar, Cepat Tanggap, Cepat Berkarya

Salam SatSet

X