MUTIARA hari kedua pada Jumat, 20 Februari 2026 dipandu oleh Ibu Siti Fatimah, S.Pd.I selaku MC pada pagi hari ini. Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kepala Sekolah, Bapak Rubito, serta seluruh tim MUTIARA yang telah menyediakan wadah bagi kami, para murid, untuk bersama-sama belajar, berbagi motivasi, dan menyampaikan nasihat kebaikan melalui program dakwah digital SMAN 1 Sangatta Selatan di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini.
Pada MUTIARA pagi ini, diberikan kesempatan untuk menyampaikan tausiyah yaitu Muhammad Yudianur kelas XII-4, Ika Aulia Cahyani kelas XII-1, Nasyifa Aulia Putri kelas XI-1, Ahmad Ihza Baihaqi kelas XII-4, Muhammad Ikram kelas XII-3, dan pembaca hadis Alfin Agus Saputra kelas XII-3. Berikut ringkasan tausiyah dari para penceramah pagi ini.
Tausiyah pertama disampaikan oleh Ika Aulia Cahyani dari kelas XII-1 dengan tema “Satu Malam yang Mengubah Semuanya (Malam Lailatul Qadar)”. Lailatul Qadar adalah malam yang sangat istimewa karena mampu mengubah kehidupan seseorang menjadi lebih baik. Pada malam tersebut, pahala ibadah dilipatgandakan oleh Allah SWT. Oleh sebab itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah seperti sholat, berdoa, dan membaca Al-Qur’an agar mendapatkan keberkahan serta ampunan dari Allah SWT.
Tausiyah kedua disampaikan oleh Ahmad Ihza Baihaqi dari kelas XII-5 dengan tema “Tujuan Puasa dan Diwajibkannya Berpuasa”. Puasa diwajibkan agar umat Islam menjadi pribadi yang bertakwa dan mampu mengendalikan diri. Puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga melatih kesabaran, keikhlasan, serta kepedulian terhadap sesama. Bulan Ramadhan merupakan bulan diturunkannya Al-Qur’an sehingga kita dianjurkan memperbanyak membaca Al-Qur’an, berbuat baik, dan memohon ampunan kepada Allah SWT.
Tausiyah ketiga disampaikan oleh Muhammad Yudianur dari kelas XII-4 dengan tema “Sungguh Menakjubkan Seorang Mukmin”. Seorang mukmin adalah pribadi yang mampu mengambil hikmah dari setiap ujian. Kesulitan bukan tanda keburukan, melainkan bagian dari rencana Allah untuk menguatkan iman. Keyakinan bahwa setiap kesulitan selalu disertai kemudahan menjadikan seorang mukmin tetap sabar dan optimis.
Tausiyah keempat disampaikan oleh Nasyifa Aulia Putri dari kelas XI-1 dengan tema “Memanfaatkan Waktu di Pagi Hari sebagai Manusia yang Produktif”. Waktu pagi adalah momen penuh keberkahan. Bangun pagi untuk melaksanakan sholat Subuh menunjukkan keimanan dan kedisiplinan. Dengan memulai hari lebih awal, seseorang bisa menjadi lebih produktif dan bersemangat.
Tausiyah kelima disampaikan oleh Muhammad Ikram dari kelas XII-3 dengan tema “Motivasi Diri dalam Bulan Ramadhan”. Ramadhan adalah waktu terbaik untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas iman. Tidak hanya menahan hawa nafsu, tetapi juga menahan perilaku buruk dan menggantinya dengan perbuatan baik.
Kegiatan MUTIARA ditutup dengan pembacaan hadis oleh Alfin Agus Saputra kelas XII-3.
أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ
“Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah – Muharram.”
Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.
Penjelasan hadis:
Puasa Ramadhan adalah wajib, sedangkan puasa di bulan Muharram adalah sunnah. Artinya, jika seseorang ingin memperbanyak puasa sunnah, maka bulan Muharram adalah waktu yang sangat dianjurkan. Puasa di bulan Muharram, terutama pada hari ‘Asyura (10 Muharram), memiliki keutamaan besar dan dapat menghapus dosa setahun yang lalu sebagaimana dijelaskan dalam hadis lainnya.
Melalui rangkaian tausiyah dan pembacaan hadis tersebut, kami diingatkan kembali bahwa Ramadhan bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi momentum untuk meningkatkan ibadah dan berubah menjadi pribadi yang lebih baik.
@SMANSatSet – Cepat Belajar, Cepat Tanggap, Cepat Berkarya
Salam SatSet