Fajar di bulan Ramadhan selalu menghadirkan suasana yang berbeda. Setelah menunaikan salat subuh, para siswa kembali mengikuti kegiatan Dakwah Digital MUTIARA (Motivasi dan Tausiyah Pagi Ramadhan) yang menjadi salah satu agenda rutin selama bulan suci ini.
Pada Selasa, 10 Maret 2026, kegiatan MUTIARA memasuki hari kedua puluh dengan mengangkat tema “Increase Your Prayers, Embrace the Blessed Night.” Tema ini mengajak seluruh peserta untuk semakin meningkatkan ibadah serta memanfaatkan malam-malam penuh keberkahan di bulan Ramadhan.
Kegiatan dipandu oleh Ibu Ima sebagai MC. Sebelum acara dimulai, beliau membacakan susunan kegiatan MUTIARA hari itu yang meliputi pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, penyampaian tausiyah, dan penutup.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Andi Muhammad Yunan (XI-5) yang membacakan Surah Al-Kahfi ayat 1–15. Lantunan ayat suci tersebut menambah suasana khusyuk dan menenangkan hati para peserta yang mengikuti kegiatan.
Tausiyah: Hargai Waktu, Buat Perubahan Positif
Tausiyah pertama seharusnya disampaikan oleh Khairunnisa (XII-1), namun ia berhalangan hadir. Oleh karena itu, tausiyah dilanjutkan oleh Arnida (XII-1) dengan judul “Hargai Waktu, Buat Perubahan Positif.”
Dalam penyampaiannya, Arnida menjelaskan bahwa waktu merupakan harta yang tidak dapat dikembalikan. Waktu terus berjalan tanpa pernah berhenti untuk siapa pun, dan setiap detik yang berlalu merupakan bagian dari hidup yang tidak akan kembali.
Ia juga mengingatkan bahwa masih banyak orang yang sering menyia-nyiakan waktu. Padahal, setiap detik yang kita gunakan merupakan investasi bagi masa depan. Pepatah mengatakan bahwa waktu adalah uang, tetapi sebenarnya waktu jauh lebih berharga daripada uang. Uang masih dapat dicari kembali, sedangkan waktu tidak.
Oleh karena itu, ia mengajak para peserta untuk tidak menunda pekerjaan, menghindari rasa malas, serta memanfaatkan setiap waktu sebagai kesempatan untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Tausiyah: Remaja yang Memanfaatkan Ramadhan
Tausiyah berikutnya disampaikan oleh Dhea Novita Sari (XII-4) dengan judul “Remaja yang Memanfaatkan Ramadhan.”
Ia menjelaskan bahwa masa remaja merupakan fase penting dalam kehidupan, karena pada masa ini seseorang mulai belajar banyak hal, mencari jati diri, serta menentukan arah masa depan. Oleh karena itu, bulan Ramadhan menjadi kesempatan yang sangat baik bagi remaja untuk memperbaiki diri dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dhea juga mengingatkan bahwa remaja sering menghadapi berbagai godaan, seperti rasa malas beribadah, terlalu lama bermain gawai, atau menghabiskan waktu untuk hal-hal yang kurang bermanfaat. Padahal, Ramadhan mengajarkan kedisiplinan, pengendalian diri, serta memperbanyak amal kebaikan.
Ia mengajak para peserta untuk memanfaatkan waktu di bulan Ramadhan dengan kegiatan positif seperti membaca Al-Qur’an, melaksanakan salat tarawih, serta membantu orang tua di rumah. Jika kebiasaan baik sudah ditanamkan sejak remaja, maka kebiasaan tersebut akan terbawa hingga dewasa.
Tausiyah: Investasi Abadi dalam Islam
Selanjutnya, Ilham (X-2) menyampaikan hadis tentang investasi abadi dalam Islam, yaitu amal yang pahalanya tetap mengalir meskipun seseorang telah meninggal dunia.
Ia membacakan hadis Rasulullah SAW yang artinya:
“Jika seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah amal ibadahnya kecuali tiga perkara, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.”
Ilham menjelaskan bahwa sedekah jariyah merupakan sedekah yang manfaatnya terus dirasakan oleh orang lain. Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang tetap digunakan oleh orang yang mempelajarinya, sedangkan anak saleh yang mendoakan orang tuanya akan menjadi sumber pahala yang tidak terputus.
Melalui hadis tersebut, kita diingatkan untuk memperbanyak amal kebaikan selama hidup agar pahala kebaikan tersebut terus mengalir bahkan setelah kita tiada.
Pesan dan Penutup Kegiatan
Setelah itu, Pak Rudi menyampaikan pesan kepada para siswa agar semakin semangat dalam beribadah, memperbanyak doa, serta melakukan berbagai kebaikan sehingga Ramadhan dapat membawa perubahan yang positif dalam kehidupan.
Bu Fatimah juga memberikan beberapa pesan kepada para peserta. Beliau menjelaskan bahwa MC yang seharusnya bertugas berhalangan hadir sehingga digantikan oleh Kak Ismi. Beliau juga mengingatkan bahwa kemampuan seseorang dalam menyampaikan tausiyah merupakan anugerah dari Allah SWT, sehingga setiap orang tetap harus berusaha dan bersemangat dalam menyampaikan kebaikan.
Tausiyah yang sebelumnya sempat dilewati akhirnya disampaikan oleh Raisya Azira (X-6). Ia membahas tentang perilaku mokel atau membatalkan puasa sebelum waktunya serta mengingatkan bahwa kewajiban berpuasa telah dijelaskan dalam Al-Qur’an, khususnya pada Surah Al-Baqarah ayat 183.
Akhirnya, seluruh rangkaian kegiatan MUTIARA Day 20 ditutup dengan harapan agar pesan-pesan yang telah disampaikan dapat menjadi pengingat bagi para siswa untuk terus meningkatkan ibadah serta memanfaatkan bulan Ramadhan dengan sebaik-baiknya.
@SMANSatSet – Cepat Belajar, Cepat Tanggap, Cepat Berkarya
Salam SatSet