Fajar di bulan suci Ramadhan kembali menjadi waktu yang penuh keberkahan bagi para murid SMAN 1 Sangatta Selatan melalui kegiatan Dakwah Digital MUTIARA (Motivasi dan Tausiyah Pagi Ramadhan). Kegiatan ini menjadi sarana bagi para murid untuk saling berbagi ilmu, nasihat, serta motivasi dalam meningkatkan kualitas ibadah selama bulan Ramadhan.
Pada Rabu, 11 Maret 2026, kegiatan MUTIARA memasuki hari ke-21 dengan mengangkat tema “Do Not Grow Tired at the End of Ramadan.” Tema ini mengingatkan bahwa meskipun Ramadhan telah memasuki penghujungnya, semangat dalam beribadah tidak boleh menurun. Justru pada hari-hari terakhir inilah umat Muslim dianjurkan untuk semakin memperbanyak amal kebaikan.
Kegiatan tersebut dipandu oleh Aurelia Tesha K (XI-5) sebagai MC yang membuka acara serta menyapa para peserta yang mengikuti kegiatan secara virtual. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Syafiq Ruwaid (X-5) yang membacakan Surah Al-Baqarah ayat 1–7. Lantunan ayat suci Al-Qur’an tersebut menghadirkan suasana yang khidmat sebelum memasuki sesi tausiyah.
Tausiyah: Gaul Boleh, Lupa Allah Jangan
Tausiyah pertama disampaikan oleh Erien Putriansyah R (XI-1) dengan judul “Gaul Boleh, Lupa Allah Jangan.” Dalam penyampaiannya, ia mengingatkan bahwa sebagai remaja kita tentu ingin memiliki banyak teman dan bergaul dengan lingkungan sekitar. Namun dalam pergaulan tersebut kita tidak boleh melupakan kewajiban sebagai seorang muslim.
Ia juga menegaskan bahwa di tengah kesibukan sekolah, pertemanan, maupun berbagai aktivitas lainnya, setiap muslim tetap harus menjaga ibadah seperti salat, membaca Al-Qur’an, serta senantiasa mengingat Allah SWT agar pergaulan tetap berada di jalan yang baik.
Tausiyah: Menjaga yang Tidak Terlihat
Tausiyah kedua disampaikan oleh Mursyidah (X-6) dengan judul “Menjaga yang Tidak Terlihat.” Ia menjelaskan bahwa menjaga diri tidak hanya berkaitan dengan hal-hal yang tampak oleh orang lain, tetapi juga menyangkut sesuatu yang tidak terlihat, seperti hati dan niat.
Oleh karena itu, setiap muslim diharapkan selalu menjaga kebersihan hati serta meluruskan niat dalam setiap perbuatan agar tetap berada di jalan yang diridai oleh Allah SWT.
Tausiyah: Memahami Takdir Allah SWT
Tausiyah berikutnya disampaikan oleh Nabila Zhaskia P (XII-2) dengan judul “Memahami Takdir Allah SWT.” Dalam penyampaiannya, ia menjelaskan bahwa setiap manusia memiliki takdir yang telah ditetapkan oleh Allah SWT. Namun demikian, manusia tetap diwajibkan untuk berusaha dan berdoa karena usaha merupakan bagian dari ikhtiar dalam menjalani kehidupan.
Ia juga menyampaikan sebuah kutipan dari Ustadz Felix Siauw yang berbunyi, “Takdir Allah terlalu baik untuk dicurigai.” Melalui kalimat tersebut, ia mengingatkan bahwa setiap ketentuan Allah pasti memiliki hikmah yang baik sehingga kita harus tetap berprasangka baik kepada-Nya.
Tausiyah: Memanfaatkan Masa Muda
Tausiyah selanjutnya disampaikan oleh Aisyah Qoyyuumus Sa’adah (X-6). Dalam penyampaiannya, ia mengingatkan bahwa di zaman sekarang banyak remaja yang terlalu sibuk dengan media sosial sehingga tanpa disadari waktu sering habis hanya untuk bermain gawai.
Padahal masa muda merupakan masa yang sangat penting dalam kehidupan seseorang. Pada masa inilah seharusnya waktu dimanfaatkan untuk belajar, memperbaiki diri, serta melakukan berbagai hal yang bermanfaat agar tidak menimbulkan penyesalan di masa depan.
Pesan Menjaga Ibadah Setelah Ramadhan
Dalam sesi berikutnya, Syafiq Ruwaid juga mengajak para peserta untuk memperhatikan suasana di bulan Ramadhan. Pada bulan ini, masjid-masjid menjadi lebih ramai dengan berbagai kegiatan ibadah seperti salat tarawih, membaca Al-Qur’an, serta salat berjamaah.
Namun ia mengingatkan bahwa semangat beribadah tersebut tidak seharusnya hanya muncul pada bulan Ramadhan saja. Kebiasaan baik yang dilakukan selama Ramadhan diharapkan dapat terus dijaga meskipun bulan suci telah berakhir.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan hadis oleh Annisa Septia (XI-1) mengenai pentingnya menjaga ucapan. Ia mengingatkan bahwa sebagai seorang pelajar kita harus mampu menjaga lisan dengan berkata jujur, menghindari perkataan kasar, tidak mengejek orang lain, serta menggunakan kata-kata yang baik kepada teman maupun guru.
Setelah itu, Pak Rudi menyampaikan beberapa informasi kepada para murid, salah satunya mengenai kegiatan buka bersama yang akan dilaksanakan pada sore hari. Beliau juga mengingatkan para peserta untuk tetap menjaga kedisiplinan selama mengikuti kegiatan Zoom agar kegiatan MUTIARA dapat berjalan dengan tertib dan lancar.
Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, acara MUTIARA Day 21 pun ditutup. Melalui kegiatan ini diharapkan para murid dapat mengambil pelajaran dari setiap tausiyah yang disampaikan serta terus menjaga semangat beribadah hingga akhir bulan Ramadhan.
@SMANSatSet – Cepat Belajar, Cepat Tanggap, Cepat Berkarya
Salam SatSet