Kegiatan MUTIARA SMANsatset Day 23 (Motivasi dan Tausiyah Pagi Ramadhan) dilaksanakan pada Jumat, 13 Maret 2026 dengan mengusung tema “Lebih Dekat dengan Allah di Sepuluh Malam Terakhir.” Kegiatan ini menjadi sarana untuk mengisi pagi Ramadhan dengan nasihat, motivasi, serta penguatan nilai-nilai keislaman bagi seluruh peserta.
Acara dipandu oleh Kesya Dwi Ananda (XI-5) selaku MC yang membawakan jalannya kegiatan dengan tenang, tertata, dan penuh kehangatan. Seluruh peserta mengikuti rangkaian acara dengan penuh perhatian sejak awal hingga akhir, menciptakan suasana yang khidmat sekaligus penuh makna di pagi hari yang penuh berkah.
Kegiatan diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang menambah suasana menjadi lebih khusyuk dan menenangkan hati para peserta. Lantunan ayat-ayat Al-Qur’an tersebut menjadi pengingat akan keagungan kalam Allah serta pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, terutama di bulan suci Ramadhan.
Setelah pembacaan ayat suci Al-Qur’an, acara dilanjutkan dengan penyampaian beberapa tausiyah singkat yang berisi pesan-pesan kebaikan, motivasi ibadah, serta penguatan akhlak. Tausiyah yang disampaikan diharapkan mampu memberikan inspirasi untuk semakin meningkatkan keimanan dan ketakwaan selama bulan Ramadhan.
Tausiyah Pertama: Makna Takwa sebagai Tujuan Puasa – Annisa Hardi (X-4)
Annisa menjelaskan bahwa puasa di bulan Ramadhan merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang telah memenuhi syarat. Puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi sarana membentuk pribadi yang lebih baik.
Melalui ayat tersebut dijelaskan bahwa tujuan utama dari ibadah puasa adalah mencapai derajat takwa, yaitu kondisi ketika seseorang semakin dekat dengan Allah, mampu menjaga diri dari perbuatan yang dilarang, serta berusaha menjalankan segala perintah-Nya dengan penuh kesadaran dan keikhlasan.
Tausiyah Kedua: Menjadi Manusia yang Bermanfaat – Muhammad Faisal (X-3)
Tausiyah kedua dibawakan oleh Muhammad Faisal (X-3). Ia menyampaikan bahwa seorang muslim sebaiknya berusaha menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain.
Rasulullah SAW bersabda dalam riwayat Imam Ath-Thabrani bahwa manusia yang paling dicintai oleh Allah adalah manusia yang paling bermanfaat bagi sesamanya. Kebermanfaatan tersebut tidak selalu harus berupa bantuan yang besar atau materi yang banyak.
Muhammad Faisal menjelaskan bahwa hal-hal sederhana seperti meringankan beban tetangga, menolong teman yang kesulitan, memberikan senyuman, ataupun berbagi makanan merupakan bentuk nyata dari kebermanfaatan dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga menekankan bahwa membantu sesama memiliki nilai kebaikan yang sangat besar karena dampaknya dapat langsung dirasakan oleh orang lain.
Tausiyah Ketiga: Keutamaan Sepuluh Malam Terakhir Ramadhan – Nur Riska (XII-2)
Tausiyah ketiga disampaikan oleh Nur Riska (XII-2). Ia menjelaskan bahwa sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan merupakan waktu yang sangat istimewa bagi umat Islam. Pada malam-malam tersebut, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah seperti shalat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir, dan berdoa.
Hal ini karena pada salah satu malam tersebut terdapat Lailatul Qadr, malam yang kemuliaannya lebih baik daripada seribu bulan.
Artinya: “Malam Lailatul Qadr itu lebih baik daripada seribu bulan.”
Riska juga mengingatkan doa yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW untuk dibaca ketika mencari malam Lailatul Qadr:
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.”
Doa ini menjadi salah satu amalan utama yang dapat dipanjatkan oleh umat Islam untuk memohon ampunan kepada Allah SWT pada malam-malam penuh kemuliaan tersebut. Kesungguhan dalam ibadah pada sepuluh malam terakhir menjadi momentum untuk menutup Ramadhan dengan penuh kebaikan dan mempersiapkan diri menghadapi bulan Syawal dengan hati yang bersih serta iman yang meningkat.
Hadist: Pentingnya Menjaga Ucapan – Fina Aulia Firalis (X-5)
Setelah rangkaian tausiyah, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian hadist oleh Fina Aulia Firalis (X-5).
Artinya: “Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Melalui hadist tersebut, Fina Aulia menjelaskan bahwa seorang muslim harus selalu menjaga ucapan dalam kehidupan sehari-hari. Ucapan memiliki pengaruh besar terhadap hubungan antar sesama. Oleh karena itu, jika seseorang tidak mampu berkata baik, maka lebih baik memilih diam agar tidak menimbulkan kesalahpahaman atau menyakiti orang lain.
Penutup Kegiatan MUTIARA Day 23
Pada penutupan kegiatan MUTIARA Ramadhan Day 23, Kesya Dwi Ananda selaku MC kembali menyampaikan pesan kepada seluruh peserta untuk memanfaatkan bulan Ramadhan dengan sebaik-baiknya. Ia mengajak seluruh hadirin untuk memperbanyak ibadah, memperbaiki akhlak, serta semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Harapannya, rangkaian tausiyah yang telah disampaikan pada pagi hari tersebut dapat memberikan manfaat, inspirasi, serta menambah keimanan dan ketakwaan bagi seluruh peserta yang mengikuti kegiatan MUTIARA. Semoga nilai-nilai kebaikan yang disampaikan dapat terus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat.
@SMANSatSet – Cepat Belajar, Cepat Tanggap, Cepat Berkarya
Salam SatSet