Lompat ke konten
Home » BERITA PRESTASI SEKOLAH » MUTIARA Day 24: Bersama Menebar Ilmu, Menyalakan Iman

MUTIARA Day 24: Bersama Menebar Ilmu, Menyalakan Iman

  • ARTIKEL
Andi Muhammad Yunan
Penulis
Andi Muhammad Yunan Murid Kelas XI SMAN 1 Sangatta Selatan
Dewi Meiz
Editor
Dewi Meiz SMAN 1 Sangatta Selatan
MUTIARA Day 24 SMAN 1 Sangatta Selatan 2026 – Bersama Menebar Ilmu, Menyalakan Iman

Tak terasa, kita telah sampai pada hari kedua puluh empat di bulan suci Ramadan yang penuh berkah, bertepatan dengan Sabtu, 14 Maret 2026. Ramadan merupakan bulan istimewa yang semestinya kita isi dengan berbagai kegiatan positif dan bermanfaat, baik untuk meningkatkan kualitas ibadah maupun menambah wawasan keislaman. Momentum ini menjadi kesempatan berharga bagi setiap muslim untuk memperbaiki diri, memperbanyak amal kebaikan, serta mempererat ukhuwah.

Seusai melaksanakan sahur dan ibadah salat subuh, kegiatan MUTIARA (Motivasi dan Tausiyah Pagi Ramadan) kembali diselenggarakan. Kegiatan dakwah digital ini memungkinkan para peserta untuk tetap terhubung dan belajar bersama meskipun berada di tempat yang berbeda. Hanya dengan membuka sebuah tautan melalui aplikasi Zoom, para peserta dapat bertemu dan bersilaturahmi secara virtual tanpa harus keluar dari rumah.

Kegiatan MUTIARA Day 24

Kegiatan pagi ini terasa semakin istimewa karena menghadirkan para Penceramah Regional Kalimantan Timur, yang merupakan pelajar-pelajar hebat dari berbagai sekolah. Kehadiran mereka tidak hanya memperkaya wawasan keislaman para peserta, tetapi juga menjadi inspirasi bahwa generasi muda mampu menjadi penyampai dakwah yang penuh semangat, berilmu, dan berakhlak.

Pada kesempatan pagi ini, tausiyah disampaikan oleh enam pelajar terpilih, yaitu Andi Nur Azkiyah Sultan (SMAN 2 Sangatta Utara), Syerin Maharani (SMAN 1 Muara Pahu), Muhammad Rafa Rizki Abdillah (SMAN 2 Muara Wahau), Salsabila Syifa Syauqiyah (SMAN 1 Sendawar), Auliya (SMAN 1 Sangatta Selatan), dan Aisyah Qoyyumus Sa’adah (SMAN 1 Sangatta Selatan). Mereka merupakan perwakilan pelajar dari sekolah masing-masing yang menunjukkan semangat dalam menyebarkan nilai-nilai kebaikan di bulan suci Ramadan.

Seperti biasa, kegiatan diawali dengan pembukaan yang dipandu oleh MC Devi Purnayanti, salah satu murid SMAN 1 Sangatta Selatan. Dengan sapaan yang hangat, intonasi yang penuh semangat, serta sikap yang ramah, Devi berhasil membangkitkan antusiasme para peserta yang hadir di ruang virtual tersebut. Suasana pagi semakin khusyuk ketika Sulviah Sary melantunkan ayat suci Al-Qur’an dari Surah Al-Baqarah ayat 183–184, yang mengingatkan tentang kewajiban berpuasa bagi orang-orang yang beriman.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Bapak Rubito, M.Pd selaku kepala sekolah dan keynote speaker. Dalam penyampaiannya, beliau memperkenalkan secara lebih rinci mengenai kegiatan dakwah digital MUTIARA. Beliau menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan ruang bagi para pelajar agar lebih berani tampil, menyampaikan gagasan, serta mengasah kemampuan berbicara di depan publik. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah pembinaan karakter dan penguatan nilai-nilai keislaman di kalangan generasi muda.

Tausiyah Pertama: Andi Nur Azkiyah (SMAN 2 Sangatta Utara)

Tausiyah pertama disampaikan oleh Andi Nur Azkiyah dengan tema “Pentingnya Tabayyun dan Beretika di Media Sosial.” Dalam penyampaiannya, ia menekankan bahwa di tengah derasnya arus informasi digital, seorang muslim harus memiliki kemampuan untuk menyaring dan memverifikasi informasi sebelum mempercayai maupun menyebarkannya.

Tausiyah Pertama Day 24

Pesan ini sejalan dengan nilai yang terkandung dalam Surah Al-Hujurat ayat 6 dan Surah Al-Ahzab ayat 70, yang mengajarkan umat Islam untuk berhati-hati dalam menerima berita serta senantiasa berkata jujur dan benar. Di era kecerdasan buatan dan manipulasi informasi, prinsip tabayyun menjadi sangat penting agar kita tidak terjebak dalam penyebaran hoaks yang dapat merugikan banyak pihak.

Ia juga mengingatkan bahwa media sosial seharusnya dimanfaatkan sebagai sarana menyebarkan kebaikan, bukan sebagai ruang untuk menyebarkan kebencian atau informasi yang tidak jelas kebenarannya. Dengan menjaga etika dalam bermedia sosial, setiap pengguna dapat menjadikan teknologi sebagai sarana dakwah dan memperkuat persaudaraan.

Tausiyah Kedua: Syerin Maharani (SMAN 1 Muara Pahu)

Tausiyah kedua disampaikan oleh Syerin Maharani, yang mengangkat tema tentang keutamaan Ramadan sebagai madrasah kehidupan. Ia menjelaskan bahwa bulan Ramadan adalah momentum terbaik bagi umat Islam untuk memperdalam pemahaman terhadap Al-Qur’an dan sejarah Islam.

Salah satu peristiwa penting yang terjadi pada bulan Ramadan adalah Nuzulul Qur’an, yaitu turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW berupa Surah Al-Alaq ayat 1–5. Peristiwa ini menjadi awal dari turunnya Al-Qur’an sebagai pedoman hidup bagi umat manusia.

Syerin juga mengingatkan tentang keutamaan Lailatul Qadar, malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam tersebut, para malaikat turun membawa keberkahan dan rahmat Allah SWT. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, terutama membaca Al-Qur’an, karena setiap huruf yang dibaca akan dilipatgandakan pahalanya.

Tausiyah Kedua Day 24

Tausiyah Ketiga: Muhammad Rafa Rizki Abdillah (SMAN 2 Muara Wahau)

Tausiyah ketiga disampaikan oleh Muhammad Rafa Rizki Abdillah dengan tema tentang kebahagiaan dalam berpuasa. Ia menjelaskan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga merupakan proses spiritual untuk melatih kesabaran dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Mengacu pada Surah Al-Baqarah ayat 183, ia menegaskan bahwa tujuan utama puasa adalah agar manusia mencapai derajat takwa. Puasa juga membawa dua kebahagiaan bagi orang yang menjalankannya: kebahagiaan saat berbuka dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Allah SWT di akhirat kelak.

Kebahagiaan saat berbuka bukan hanya karena terpenuhinya kebutuhan fisik, tetapi juga karena rasa syukur atas keberhasilan menjalankan ibadah dengan baik. Sementara kebahagiaan yang lebih besar adalah ketika seorang hamba mendapatkan balasan dari Allah SWT atas kesabaran dan keikhlasannya dalam menjalankan ibadah puasa.

Tausiyah Ketiga Day 24

Tausiyah Keempat: Salsabila Syifa Syauqiyah (SMAN 1 Sendawar)

Tausiyah keempat disampaikan oleh Salsabila Syifa Syauqiyah dengan tema Makrifatullah atau Mengenal Allah. Ia menjelaskan bahwa makrifatullah merupakan proses mengenal Allah secara lebih mendalam, bukan hanya mengetahui keberadaan-Nya, tetapi juga memahami sifat-sifat dan kebesaran-Nya.

Pengenalan terhadap Allah dapat dilakukan dengan memahami Asmaul Husna, meyakini kekuasaan Allah sebagai pencipta alam semesta, serta mengesakan-Nya dalam setiap bentuk ibadah. Dengan mengenal Allah secara lebih dalam, seorang hamba akan merasakan ketenangan hati dan kekuatan iman yang lebih kokoh.

Ia juga mengingatkan bahwa tujuan utama penciptaan manusia sebagaimana disebutkan dalam Surah Az-Zariyat ayat 56 adalah untuk beribadah kepada Allah SWT. Oleh karena itu, mengenal Allah merupakan langkah penting untuk menjalani kehidupan dengan penuh kesadaran dan keikhlasan.

Tausiyah Keempat Day 24

Tausiyah Kelima: Aisyah Qoyyumus Sa’adah (SMAN 1 Sangatta Selatan)

Tausiyah kelima disampaikan oleh Aisyah Qoyyumus Sa’adah dengan tema tentang peran pemuda sebagai agen perubahan. Ia menegaskan bahwa perubahan tidak cukup hanya disuarakan melalui media sosial, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata.

Mengutip hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW mengajarkan bahwa perubahan harus dimulai dengan tindakan nyata. Dalam kehidupan sehari-hari, hal ini dapat dimulai dari kedisiplinan diri, seperti bangun pagi, menjaga produktivitas, serta terus mengembangkan kemampuan diri.

Ia juga mendorong para pemuda untuk memanfaatkan keahlian yang dimiliki, seperti menulis, membuat karya digital, atau keterampilan lainnya, sebagai kontribusi nyata bagi masyarakat.

Tausiyah Keenam: Auliya (SMAN 1 Sangatta Selatan)

Tausiyah terakhir disampaikan oleh Auliya dengan tema “Menembus Hijab Digital di Era Distraksi.” Ia menjelaskan bahwa di era digital saat ini, manusia sering kali lebih mudah mempercayai sesuatu yang viral daripada kebenaran yang sebenarnya.

Fenomena ini disebut sebagai “jahiliyah digital,” yaitu kondisi ketika seseorang menelan informasi tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu. Oleh karena itu, umat Islam harus menghidupkan kembali fungsi akal dan sikap kritis agar tidak terjebak dalam kesalahan informasi.

Ia juga mengingatkan bahwa di tengah kesibukan dan distraksi digital, salat merupakan sarana terbaik untuk menenangkan pikiran dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Salat bukan hanya ibadah, tetapi juga menjadi sumber ketenangan spiritual bagi seorang muslim.

Penutup dan Refleksi Kegiatan

Di penghujung acara, kegiatan dilanjutkan dengan sesi refleksi yang disampaikan oleh beberapa guru dari berbagai sekolah, yaitu Ibu Eka Puspita D.N (SMAN 1 Muara Pahu), Bapak Ahmat (SMAN 1 Sendawar), Bapak Gunadi (SMAN 2 Muara Wahau), dan Bapak Harintian (SMAN 2 Sangatta Utara). Dalam sesi ini, mereka menyampaikan apresiasi serta kesan positif terhadap kegiatan MUTIARA yang dinilai mampu menjadi sarana pembinaan moral dan spiritual bagi para pelajar.

Penutup MUTIARA Day 24

Penutup Akhir

Kegiatan kemudian ditutup dengan penyampaian penghargaan serta ucapan terima kasih oleh Bapak Rubito, M.Pd kepada para penceramah yang telah berbagi ilmu dan inspirasi. Apresiasi ini menjadi bentuk penghargaan atas kontribusi para pelajar yang telah berani tampil dan berdakwah di ruang digital.

Sungguh menjadi kebahagiaan tersendiri dapat bertemu dan belajar bersama saudara-saudari dari berbagai daerah melalui kegiatan ini. Perbedaan jarak dan lokasi tidak menjadi penghalang untuk saling berbagi ilmu dan inspirasi. Semangat berdakwah dan menuntut ilmu yang terus menyala membuktikan bahwa kebaikan dapat disebarkan dari mana saja.

Selama semangat itu tetap membara, jarak tidak akan pernah menjadi penghalang untuk terus menebarkan manfaat dan kebaikan bagi sesama.

@SMANSatSetCepat Belajar, Cepat Tanggap, Cepat Berkarya

Salam SatSet

X