Lompat ke konten
Home » BERITA PRESTASI SEKOLAH » MUTIARA Day 8: Iman yang Dirawat, Akhlak yang Dijaga

MUTIARA Day 8: Iman yang Dirawat, Akhlak yang Dijaga

  • ARTIKEL
Nabilla Zhaskia Putri
Penulis
Nabilla Zhaskia Putri Murid Kelas XII SMAN 1 Sangatta Selatan
Dewi Meiz
Editor
Dewi Meiz SMAN 1 Sangatta Selatan

MUTIARA hari kedelapan dilaksanakan pada Kamis, 26 Februari 2026, dalam suasana pagi yang penuh ketenangan dan keberkahan. Program dakwah digital ini kembali menjadi ruang refleksi yang menyejukkan hati, sekaligus penguat iman di tengah aktivitas belajar mengajar selama bulan suci Ramadhan.

Kegiatan pada pagi hari itu dipandu oleh Kesya Dwi Ananda, murid kelas XI-2, yang membuka acara dengan penuh percaya diri dan tutur kata yang santun. Dengan suara yang jelas dan pembawaan yang tenang, Kesya mampu menghidupkan suasana serta mengarahkan jalannya kegiatan dengan baik. Ia menunjukkan bahwa generasi muda mampu tampil sebagai penggerak dakwah yang inspiratif di lingkungan sekolah.

Suasana MUTIARA Hari Kedelapan SMAN 1 Sangatta Selatan

Dalam kesempatan tersebut, Kesya juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bapak Kepala Sekolah, Bapak Rubito, serta Bapak dan Ibu guru pembina kegiatan MUTIARA yang telah memberikan kepercayaan kepadanya untuk menjadi MC pada pagi hari itu. Ia mengungkapkan rasa bangga dan syukurnya karena dapat menjadi bagian dari program yang terus menginspirasi seluruh warga sekolah selama bulan Ramadhan. Baginya, MUTIARA bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan wadah pembelajaran karakter dan penguatan nilai-nilai keislaman.

Sebelum rangkaian tausiyah dimulai, lantunan ayat suci Al-Qur’an dibacakan dengan merdu oleh Azirah Ramadania dari kelas X-6. Suara yang lembut dan penuh penghayatan membuat suasana semakin khusyuk dan menenangkan. Bacaan Al-Qur’an tersebut menjadi pembuka yang indah, mengingatkan seluruh hadirin akan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, terlebih di bulan yang penuh ampunan ini.

Pada MUTIARA kali ini, tausiyah disampaikan oleh murid-murid yang telah terjadwal, yaitu Azirah Ramadania (X-6), Khairunnisa Purnomo (X-2), Sally Andriyani A. (XI-2), Elok Dzahraotul Ula (XII-4), M. Daffa Rahmadani (XII-2), dan Aisyah Oktaviani (XII-2). Setiap pemateri menyampaikan tema yang berbeda namun saling melengkapi, sehingga rangkaian tausiyah pagi itu terasa utuh dan penuh makna.

Tausiyah Pertama: Ramadhan Kesempatan untuk Pulang ke Rumah

Tausiyah pertama disampaikan oleh Azirah Ramadania dari kelas X-6 dengan tema Ramadhan Kesempatan untuk Pulang ke Rumah. Ia menjelaskan bahwa Ramadhan adalah kesempatan bagi setiap Muslim untuk “pulang ke rumah,” yakni kembali kepada Allah dengan hati yang bersih dan penuh harap. Rumah yang dimaksud bukanlah bangunan fisik, melainkan tempat ternyaman bagi jiwa—yaitu kedekatan dengan Sang Pencipta.

Melalui puasa, shalat, membaca Al-Qur’an, dan memperbanyak taubat, manusia diajak untuk memperbaiki diri serta menata ulang arah hidupnya. Ramadhan menjadi momen introspeksi, waktu terbaik untuk memohon ampunan dan memperbaharui komitmen kebaikan. Dengan demikian, setelah Ramadhan berakhir, setiap pribadi diharapkan lahir kembali sebagai insan yang lebih sabar, lebih ikhlas, dan lebih bertakwa.

Tausiyah MUTIARA Hari Kedelapan

Tausiyah Kedua: Dosa Puasa di Bulan Ramadhan

Tausiyah kedua disampaikan oleh Khairunnisa Purnomo dari kelas X-2 dengan tema Dosa Puasa di Bulan Ramadhan. Tema ini mengingatkan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, melainkan juga menjaga diri dari segala bentuk perbuatan yang dapat mengurangi pahala.

Ia menjelaskan bahwa berkata kasar, berbohong, bergibah, atau melakukan perbuatan tercela dapat menggerus nilai ibadah puasa. Bahkan, seseorang bisa saja mendapatkan rasa lapar dan haus tanpa pahala jika tidak menjaga sikap dan perilakunya.

Oleh karena itu, Ramadhan harus dimaknai sebagai latihan pengendalian diri secara menyeluruh—baik lisan, hati, maupun tindakan agar ketakwaan benar-benar tumbuh dalam diri.

Tausiyah Ketiga: Berbagi dengan Sesama di Bulan Ramadhan

Tausiyah ketiga disampaikan oleh Sally Andriyani Ayuningsih dari kelas XI-2 dengan tema Berbagi dengan Sesama di Bulan Ramadhan. Dalam penyampaiannya, ia menekankan bahwa berbagi adalah wujud rasa syukur atas nikmat yang Allah berikan.

Bersedekah, memberi makanan berbuka, membantu teman, hingga berbagi senyum dan doa merupakan bentuk kepedulian yang sederhana namun bermakna. Ramadhan mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati hadir ketika kita mampu meringankan beban orang lain.

Melalui semangat berbagi, ukhuwah Islamiyah semakin kuat, empati semakin tumbuh, dan pahala pun dilipatgandakan oleh Allah SWT.

Kegiatan Tausiyah SMANSatSet

Tausiyah Keempat: Zakat di Bulan Ramadhan

Tausiyah keempat disampaikan oleh Elok Dzahraotul Ula dari kelas XII-4 dengan tema Zakat di Bulan Ramadhan. Ia menjelaskan bahwa zakat merupakan kewajiban yang memiliki dimensi spiritual dan sosial sekaligus. Tidak hanya menyucikan harta, zakat juga membersihkan jiwa dari sifat kikir dan cinta dunia yang berlebihan.

Di bulan Ramadhan, semangat menunaikan zakat semakin terasa karena pahala kebaikan dilipatgandakan. Dengan zakat, kesenjangan sosial dapat dikurangi dan kesejahteraan umat dapat ditingkatkan. Zakat menjadi bukti nyata bahwa Islam mengajarkan keseimbangan antara ibadah kepada Allah dan kepedulian terhadap sesama manusia.

Tausiyah Kelima: Pacaran VS Akhlak

Tausiyah kelima disampaikan oleh M. Daffa Rahmadani dari kelas XII-2 dengan tema Pacaran VS Akhlak. Dalam penyampaiannya, ia mengajak para siswa untuk memahami pentingnya menjaga kehormatan diri dan batas pergaulan sesuai dengan ajaran Islam.

Ia menegaskan bahwa setiap hubungan harus dilandasi niat baik, tanggung jawab moral, serta komitmen untuk tidak melanggar norma agama. Akhlak yang baik menjadi benteng utama dalam menghadapi godaan pergaulan bebas.

Dengan menjaga diri dan memperkuat iman, generasi muda dapat memilih jalan yang lebih terhormat, penuh keberkahan, dan diridhai oleh Allah SWT.

Kegiatan Tausiyah SMANSatSet

Momentum Ramadhan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang pembinaan karakter dan penguatan spiritual. Setiap tausiyah yang disampaikan menghadirkan refleksi, mengajak seluruh warga sekolah untuk memperbaiki diri, menjaga akhlak, serta meningkatkan kualitas ibadah.

Semoga semangat MUTIARA Ramadhan SMAN 1 Sangatta Selatan terus mengalir, menginspirasi lebih banyak hati untuk melangkah menuju kebaikan, dan menjadikan Ramadhan sebagai titik balik perubahan menuju pribadi yang lebih bertakwa dan berakhlak mulia.

@SMANSatSetCepat Belajar, Cepat Tanggap, Cepat Berkarya

Salam SatSet

X