Lompat ke konten
Home » BERITA PRESTASI SEKOLAH » MUTIARA Day 9: Rehat Sejenak Menjemput Cahaya-Nya

MUTIARA Day 9: Rehat Sejenak Menjemput Cahaya-Nya

  • ARTIKEL
Andi Nurul Ramadhani
Penulis
Andi Nurul Ramadhani Murid Kelas XII SMAN 1 Sangatta Selatan
Dewi Meiz
Editor
Dewi Meiz SMAN 1 Sangatta Selatan
MUTIARA Hari Kesembilan SMAN 1 Sangatta Selatan 2026 – Take a Break, Seek His Light

MUTIARA hari kesembilan dilaksanakan pada Jumat, 27 Februari 2026, selepas salat Subuh melalui Zoom Meeting dan kanal YouTube SMANSatSet. Dakwah Digital ini kembali hadir dengan tema Take a Break, Seek His Light, mengajak seluruh murid untuk sejenak mengambil jeda dari kesibukan dunia dan kembali mencari cahaya petunjuk Allah SWT di waktu Subuh yang penuh keberkahan.

MUTIARA Hari Kesembilan SMAN 1 Sangatta Selatan 2026

Kegiatan pagi ini dipandu oleh Aurelia Tesha Kirana (XI-5) selaku Master of Ceremony (MC) yang mengarahkan jalannya acara dengan tertib, santun, dan penuh semangat. Sekolah menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Kepala Sekolah, Rubito, S.Pd., M.Pd., seluruh dewan guru, serta tim MUTIARA yang terus konsisten menghadirkan dakwah digital sebagai sarana pembinaan iman, karakter, dan keberanian siswa dalam menyampaikan pesan kebaikan.

Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang menghadirkan suasana khidmat dan menenangkan. Lantunan ayat-ayat suci tersebut menjadi pengingat bahwa setiap aktivitas di bulan Ramadan hendaknya dimulai dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Tausiyah Pertama: Sahur

Tausiyah pertama disampaikan oleh Alifa Khairunnisa (XII-2) dengan tema Sahur. Sahur merupakan sunnah yang memiliki banyak keberkahan. Sahur bukan sekadar makan sebelum berpuasa, tetapi menjadi momen penting untuk menguatkan niat dan kesiapan menjalankan ibadah puasa sepanjang hari. Dengan sahur, tubuh mendapatkan energi, sementara hati dipersiapkan untuk lebih sabar dan ikhlas dalam menahan lapar, haus, serta hawa nafsu.

Selain itu, waktu sahur adalah waktu yang sangat baik untuk berdoa dan memohon ampunan kepada Allah SWT. Bangun sahur melatih kedisiplinan dan keistiqamahan karena membutuhkan niat yang kuat untuk bangun di waktu yang tidak biasa. Oleh karena itu, sahur seharusnya tidak ditinggalkan, sebab di dalamnya terdapat keberkahan yang mendukung kesempurnaan ibadah puasa.

Tausiyah Sahur MUTIARA Hari Kesembilan

Tausiyah Kedua: Mensyukuri Nikmat

Tausiyah kedua disampaikan oleh Handoko Supriadi (XII-1) dengan tema Mensyukuri Nikmat. Mensyukuri nikmat adalah sikap yang harus dimiliki setiap muslim. Banyak nikmat Allah SWT yang sering kali tidak disadari, seperti kesehatan, waktu luang, kesempatan menuntut ilmu, dan kebersamaan bersama keluarga. Ketika seseorang mampu mensyukuri nikmat yang kecil, maka Allah akan menambah nikmat yang lebih besar.

Rasa syukur tidak cukup hanya diucapkan melalui lisan, tetapi harus dibuktikan dengan perbuatan. Mensyukuri nikmat berarti menggunakan apa yang telah Allah berikan untuk hal-hal yang baik dan bermanfaat. Dengan bersyukur, hati menjadi lebih tenang, hidup terasa lebih cukup, serta terhindar dari sifat mengeluh dan iri terhadap orang lain.

Tausiyah Ketiga: Menjadi Muslim Keren di Zaman Sekarang: Iman Kuat, Akhlak Hebat

Tausiyah ketiga disampaikan oleh Muhammad Fadhil Nur Ramadhan (XII-3) dengan tema Menjadi Muslim Keren di Zaman Sekarang: Iman Kuat, Akhlak Hebat. Menjadi muslim keren di zaman sekarang bukan ditentukan oleh gaya berpakaian atau popularitas, melainkan oleh kekuatan iman dan keindahan akhlak. Di tengah tantangan pergaulan dan perkembangan teknologi, seorang muslim harus mampu menjaga keimanan dengan tetap melaksanakan salat, menjauhi perbuatan maksiat, serta menjaga lisan dan perbuatan.

Akhlak yang baik merupakan cerminan dari iman yang kuat. Seorang muslim yang keren adalah mereka yang sopan kepada guru, hormat kepada orang tua, jujur dalam perkataan, serta bertanggung jawab dalam setiap amanah. Dengan iman yang kuat dan akhlak yang hebat, seorang muslim tidak hanya menjadi pribadi yang baik, tetapi juga mampu menjadi teladan bagi lingkungan sekitarnya.

Tausiyah Keempat: Doa yang Belum Dijawab Bukan Berarti Doa yang Dilupakan

Tausiyah keempat disampaikan oleh Devi Purnayanti (XI-3) dengan tema Doa yang Belum Dijawab Bukan Berarti Doa yang Dilupakan. Setiap doa yang dipanjatkan kepada Allah SWT pasti didengar. Namun, tidak semua doa langsung dikabulkan sesuai dengan keinginan kita. Doa yang belum terjawab bukan berarti doa tersebut diabaikan, melainkan Allah memiliki rencana dan waktu terbaik untuk hamba-Nya.

Allah SWT dapat mengabulkan doa dengan cara yang berbeda: dikabulkan sesuai permintaan, diganti dengan yang lebih baik, atau disimpan sebagai pahala di akhirat. Oleh karena itu, seorang muslim harus tetap bersabar, terus berdoa, dan tidak berputus asa. Keyakinan dan kesabaran dalam berdoa akan menguatkan iman serta menenangkan hati dalam menghadapi setiap ujian kehidupan.

Pembacaan Hadis

Pembacaan hadis disampaikan oleh Sophia Melani (X-4):

الإِيمَانُ مَعْرِفَةٌ بِالْقَلْبِ، وَقَوْلٌ بِاللِّسَانِ، وَعَمَلٌ بِالْأَرْكَانِ

(HR. Ibnu Majah)

Artinya:
“Iman adalah keyakinan dalam hati, ucapan dengan lisan, dan perbuatan dengan anggota badan.”

Hadis ini diriwayatkan dari sahabat Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu. Pesan yang terkandung di dalamnya sangat relevan dengan seluruh rangkaian tausiyah pagi ini, yakni bahwa iman harus selaras antara hati, ucapan, dan perbuatan. Keselarasan tersebut melahirkan kejujuran, prinsip hidup yang kuat, serta sikap yang teguh dalam menjalani kehidupan.

Sebagai penutup kegiatan, kembali dilantunkan ayat suci Al-Qur’an untuk mempertegas bahwa seluruh rangkaian MUTIARA merupakan bagian dari ikhtiar mendekatkan diri kepada Allah SWT. Suasana haru dan khidmat menutup kegiatan pagi itu dengan penuh keberkahan, meninggalkan jejak refleksi yang mendalam bagi seluruh peserta.

Semoga cahaya Ramadhan terus menyala di hati seluruh warga SMAN 1 Sangatta Selatan, menjadikan setiap pribadi lebih sabar, lebih bersyukur, dan lebih bertakwa.

@SMANSatSetCepat Belajar, Cepat Tanggap, Cepat Berkarya

Salam SatSet

X