Lompat ke konten
Home » BERITA PRESTASI SEKOLAH » Praktik Baik: Seating Plan dalam Pembelajaran Bahasa Jerman

Praktik Baik: Seating Plan dalam Pembelajaran Bahasa Jerman

  • ARTIKEL
Martince, S.Pd
Penulis
Martince, S.Pd SMAN 1 Sangatta Selatan
Dewi Meiz
Editor
Dewi Meiz SMAN 1 Sangatta Selatan
Praktik Baik: Seating Plan dalam Pembelajaran Bahasa Jerman – SMAN 1 Sangatta Selatan

Situasi dan Tantangan

Menghadapi siswa yang kurang semangat dan jenuh dalam belajar membuar guru harus memikirkan strategi dalam melaksanakan proses belajar mengajar di kelas Salah satu sttrategi yang dipikirkan oleh oleh penulis adalah penataan lingkungan fisik di kelas. Melalui penataan kelas yang tepat maka akan tercipta suasana belajar yang kondusif, selain itu siswa juga akan mendapat dorongan dan rangsangan untuk lebih semangat dalam mengikuti proses pembelajaran.

Penataan lingkungan fisik kelas dapat berupa penataan tempat duduk. Tetapi pada kenyataannya, penataan tempat duduk yang dilakukan oleh guru masih belum maksimal. Penataan tempat duduk merupakan salah satu faktor pendukung dalam mencapai keberhasilan belajar. Hal ini sejalan dengan pendapat Winzer dalam Anitah (2011: 10.17) bahwa penataan lingkungan kelas yang tepat berpengaruh terhadap tingkat keterlibatan dan partisipasi siswa dalam proses pembelajaran

Penataan tempat duduk kelas 1
Penataan tempat duduk kelas 2

Aksi Nyata

Langkah 1

Pada awal tahun ajaran baru kita memulai pelajaran dengan harapan baru dan semangat baru. Memasuki kelas dengan tingkat yang lebih tinggi. Awal pembelajaran biasanya dimuali dengan pengantar dan pengenalan materi di jenjang yang baru dalam bentuk ceramah. Penataan tempat duduk masih konfensional monoton yaitu dalam bentuk berbaris ke belakang

Langkah 2

Pertemuan selanjutnya mulai dengan materi yang melibatkan siswa secara aktif. Siswa yang biasanya duduk dibelakang dan mengantuk dirolling tempat duduknya. Siswa yang duduk dibelkang dipindahkan ke depan dengan tetap memperhatikan keadaan siswa. Penulis juga merubah teman duduk siswa dengan tujuan siswa dapat berinteraksi dengan semua teman di kelas

Langkah 3

Setelah beberapa kali pertemuan memasuki materi membaca siswa diarahkan ke kerja kelompok yang akan membuat situasi siswa dapat bekersama dan berdiskusi dengan teman kelompoknya dan akan merasa nyaman serta lebih leluasa dalam belajar. Dengan terciptanya iklim belajar yang kondusif dan menyenangkan maka akan membangkitkan semangat dan menumbuhkan aktivitas serta kreativitas siswa. Siswa juga akan lebih memfokuskan diri dalam mengikuti proses pembelajaran, terutama ketika guru melakukan proses pembelajaran dengan diskusi kelompok.

Langkah 4

Pada langkah ini, saya dengan materi gramatik saya menyusun tempat duduk siswa berbentuk setengah lingkaran. Metode pembelajaran akan dilakukan dengan permainan game. Agar siswa terlibat secara maksimal dan permainan berjalan lancar saya memilih membuat posisi duduk berhadapan atau jika memungkinkan berbentuk U. Dengan posisi duduk yang baru siswa sangat antusias dalam mengikuti pembelajarn dan terlibat secara maksimal dalam permainan kosa kata.

Langkah 5

Pada langkah ini saya memberikan tes berupa tes sumatif/ulangan harian. Siswa yang sebelumnya mendapatkan nilai rendah mulai menunjukkan peningkatan yang yang signifikan. Menurut saya dengan posisi duduk yang bervariasi dalam proses pembeljaran dapat meningkatkan mood siswa sehingga minat belajar siswa semakin meningkat.

Siswa belajar

Refleksi Hasil dan Dampak

Dengan penataan tempat duduk bervariasi siswa dapat lebih leluasa dalam bergerak dan menumbuhkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran tanpa adanya gangguan karena siswa lebih terfokus pada kelompok masing-masing. Penataan tempat duduk bervariasi akan meningkatkan partisipasi aktif siswa sehingga proses pembelajaran lebih berpusat kepada siswa yang secara otomatis dapat berpengaruh pada hasil belajar siswa itu sendiri

Tips dari Saya Pemilihan penataan tempat duduk yang digunakan harus disesuaikan dengan metode yang akan digunakan dalam proses pembelajaran. Hendaknya dalam proses pembelajaran tidak hanya kognitifnya saja yang ditekankan, tetapi sikap dan keterampilan siswa juga perlu diperhatikan

@SMANSatSetCepat Belajar, Cepat Tanggap, Cepat Berkarya

Salam SatSet

X