@Penulis : Dewi Meiz
Setiap Rabu pagi, suasana Lapangan SMAN 1 Sangatta Selatan terasa berbeda. Bukan riuh teriakan atau langkah cepat menuju kelas yang mendominasi, melainkan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang mengalun pelan, menyatu dengan udara pagi. Inilah Rabu Religi, sebuah kegiatan rutin yang menjadi ruang refleksi spiritual bagi seluruh warga sekolah.
Kegiatan Rabu Religi dilaksanakan setiap pekan, setiap hari Rabu, sebelum jam pembelajaran dimulai, yakni pukul 07.10 hingga 07.30 WITA, dan diikuti oleh murid serta seluruh warga sekolah. Program ini dirancang sebagai sarana pembinaan karakter dan penguatan nilai-nilai keimanan, sekaligus menumbuhkan sikap saling menghormati dalam keberagaman.
Di lapangan sekolah, murid-murid muslim mengikuti kegiatan tadarus Al-Qur’an secara bersama-sama. Duduk berbaris rapi, mereka melantunkan ayat demi ayat dengan khusyuk. Tidak ada paksaan, hanya kebiasaan baik yang perlahan menjadi budaya. Sementara itu, murid nonmuslim melaksanakan ibadah sesuai keyakinan masing-masing di laboratorium sekolah, dengan suasana yang tenang dan penuh penghormatan.
Usai tadarus dan ibadah, kegiatan dilanjutkan dengan tausiyah singkat yang pada hari ini disampaikan langsung oleh Bapak Kepala Sekolah SMAN 1 Sangatta Selatan. Dalam tausiyahnya, beliau mengajak seluruh murid untuk selalu membaca ayat suci Al-Qur’an dan menjadikan nilai-nilai keimanan sebagai landasan dalam bersikap, baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan tentang kedisiplinan dan saling menghargai disampaikan dengan bahasa sederhana namun sarat makna, sehingga mudah dipahami dan membekas di hati para murid.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi juga momentum untuk berhenti sejenak dari hiruk pikuk aktivitas belajar. Rabu Religi memberi ruang bagi murid untuk menenangkan hati, merefleksikan diri, dan memperkuat hubungan dengan Tuhan, tanpa mengesampingkan nilai toleransi antarumat beragama.
Bagi sekolah, Rabu Religi adalah wujud nyata pendidikan karakter yang hidup dalam keseharian. Bukan sekadar slogan, tetapi praktik langsung yang mengajarkan bahwa perbedaan adalah keniscayaan, dan saling menghargai adalah kunci kebersamaan.
Melalui Rabu Religi, SMAN 1 Sangatta Selatan terus berupaya membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga matang secara spiritual dan sosial. Sebab dari ketenangan batin dan sikap saling menghormati, lahir pribadi-pribadi yang berakhlak dan berkarakter kuat.