✍️ @Penulis: Rosiana Pakiding
Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga selalu sehat dan bersemangat, ya.
Ibu menulis surat ini bukan untuk memberikan tugas tambahan, melainkan untuk berbagi cerita dan sedikit pesan dari hati ke hati, layaknya seorang ibu kepada anak-anaknya. Pesan ini bukan hanya sekadar nasihat, tapi harapan besar Ibu agar kalian bisa tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik, lebih kuat, lebih hebat, dan lebih bermakna.
Belakangan ini, Ibu melihat kalian begitu aktif. Ada yang sibuk dengan mengerjakan tugas-tugas, kegiatan ekstrakurikuler, atau bahkan asyik bermain game hingga larut malam. Ibu sangat senang melihat semangat kalian dalam mencoba berbagai hal, namun di sisi lain, Ibu juga merasa khawatir.
Kekhawatiran ini muncul saat Ibu melihat mata kalian yang kadang terlihat lelah, kurang semangat belajar, atau saat beberapa di antara kalian sering terlihat mengantuk di kelas meskipun jam pelajaran di pagi hari.
Ingatkah kalian dengan salah satu poin penting dalam 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang selalu kita bahas? Yaitu “Tidur Cepat, Bangun Pagi”. Mungkin terdengar sederhana, tapi kebiasaan ini adalah fondasi yang sangat kuat untuk membangun masa depan kalian.
Tidur yang cukup bukan sekadar cara untuk mengusir kantuk, melainkan investasi paling berharga untuk diri kalian sendiri.
Saat kalian tidur, tubuh dan otak kalian tidak benar-benar berhenti bekerja. Justru saat itulah otak memproses semua informasi yang kalian dapatkan seharian. Ilmu di sekolah, pelajaran hidup saat bermain, semuanya disimpan dengan rapi di memori kalian.
Tidur yang cukup membantu kalian menjadi lebih fokus, lebih kreatif, dan lebih mudah mengingat pelajaran. Selain itu, tidur yang cukup juga membantu sistem kekebalan tubuh bekerja optimal, sehingga kalian tidak mudah sakit dan bisa beraktivitas dengan penuh semangat.
Tidur cepat membuat kalian bisa bangun pagi dengan segar dan menyambut hari dengan beribadah terlebih dahulu sebelum melakukan aktivitas.
Ibu tahu, godaan untuk begadang itu sangat besar. Ada film seru yang ingin ditonton, permainan yang sayang untuk dihentikan, atau tugas yang baru bisa diselesaikan malam hari.
Tapi coba renungkan sejenak: Apakah kesenangan sesaat itu sebanding dengan energi yang akan hilang esok harinya? Apakah kalian rela kehilangan kesempatan belajar optimal hanya karena begadang?
Saat kalian bangun pagi dengan tubuh segar, mulailah hari dengan beribadah. Dengan begitu, kalian memperoleh energi fisik sekaligus energi spiritual yang akan menguatkan mental kalian.
Tidur cepat, bangun pagi, dan diiringi ibadah akan menjadikan kalian pribadi yang seimbang: cerdas secara akademis, kuat secara mental, dan berakhlak mulia.
Kalian adalah calon pemimpin masa depan. Generasi yang akan mengubah bangsa ini. Untuk menjadi hebat, kalian harus memulai dari hal-hal kecil, salah satunya dengan menghargai waktu istirahat dan mendekatkan diri kepada Tuhan.
Memilih tidur lebih awal dan meluangkan waktu untuk beribadah adalah bukti bahwa kalian mencintai diri sendiri dan juga Pencipta kalian. Inilah langkah awal menuju pribadi yang disiplin dan bertanggung jawab.
Ibu tidak meminta kalian langsung sempurna. Mulailah dari langkah kecil: tentukan jam tidur yang konsisten setiap malam. Jika biasanya tidur pukul 11, coba majukan menjadi pukul 10.
Buat rutinitas sebelum tidur yang menenangkan, seperti membaca buku atau mendengarkan musik yang lembut. Jangan lupa, sisipkan waktu sejenak untuk beribadah, dan jauhkan gawai saat sudah waktunya tidur.
Tidur yang cukup dan ibadah yang khusyuk akan membuat pagi kalian lebih bermakna. Kalian akan bangun dengan tubuh segar, pikiran jernih, dan hati yang gembira, karena hati yang gembira adalah obat.
Kalian akan siap menyambut hari baru dengan senyum, siap menerima ilmu dengan semangat, dan siap menjalani kehidupan sebagai siswa dengan penuh makna.
Terakhir, Ibu percaya pada potensi kalian. Kalian adalah anak-anak yang hebat, murid-murid SMANSATSET yang cepat tanggap, cepat belajar, dan cepat berkarya.
Mari kita mulai kebiasaan baik ini bersama-sama. Ibu akan selalu mendukung kalian dan mengasihi kalian dengan kasih tanpa syarat. Jika ada kesulitan atau pertanyaan, jangan ragu untuk datang dan berbicara dengan Ibu.
Semangat terus, Anak-anakku. Sampai bertemu di sekolah!
Salam dengan kasih sayang,
Ibu Rosiana Pakiding