Lompat ke konten
Home » BERITA PRESTASI SEKOLAH » Bukan Sekadar Baris-Berbaris, Pak Polisi Ajak Murid SMANSatSet Belajar Disiplin dari Hal Sederhana

Bukan Sekadar Baris-Berbaris, Pak Polisi Ajak Murid SMANSatSet Belajar Disiplin dari Hal Sederhana

@Penulis: Dewi Meiz

SANGATTA SELATAN – Gerimis menyambut Senin pagi di lapangan SMA Negeri 1 Sangatta Selatan, Senin (19/10/2026). Di tengah udara yang sejuk, seluruh murid kelas X, XI, dan XII mengikuti upacara bendera dengan khidmat. Pagi itu terasa berbeda karena kehadiran Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Kutai Timur melalui kegiatan Police Goes To School (PGTS).

Dalam kegiatan tersebut, anggota Sat Lantas Polres Kutai Timur bertindak sebagai Inspektur Upacara sekaligus menyampaikan pesan penting bagi para murid. Bukan hanya tentang disiplin di sekolah, tetapi juga tentang keselamatan di jalan raya.

Ada satu hal yang patut diingat dari amanat pagi itu: disiplin bukan sekadar menjalankan aturan karena takut dihukum, melainkan kesadaran untuk menjaga diri sendiri dan menghargai keselamatan orang lain.

Disiplin Itu Dimulai dari Kebiasaan Kecil

Bagi sebagian murid, disiplin mungkin identik dengan datang tepat waktu, mengenakan seragam sesuai ketentuan, atau tidak melanggar tata tertib sekolah. Namun, pesan yang disampaikan dalam upacara tersebut mengajak murid melihat disiplin dari sudut pandang yang lebih luas.

Disiplin diri dimulai dari kemampuan mengatur waktu, mempersiapkan kebutuhan sekolah, dan bertanggung jawab atas pilihan sendiri. Bahkan, kebiasaan sederhana seperti bangun lebih awal agar tidak terlambat juga merupakan bentuk latihan disiplin.

Etika pun menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Cara berpamitan sebelum berangkat ke sekolah, bersikap sopan selama perjalanan, menghormati guru, hingga menyapa teman dengan baik menunjukkan bagaimana seseorang membawa dirinya di tengah lingkungan sosial.

Menjadi murid yang hebat bukan hanya tentang memperoleh nilai tinggi atau memenangkan perlombaan. Karakter juga terlihat dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari, termasuk ketika tidak ada orang yang mengawasi.

Helm Bukan Pajangan, Keselamatan Bukan Pilihan

Melalui program Police Goes To School, Sat Lantas Polres Kutai Timur turut mengingatkan para murid agar senantiasa mematuhi peraturan lalu lintas.

Pesan yang disampaikan mencakup pentingnya menggunakan helm berstandar SNI, melengkapi surat-surat kendaraan, tidak menggunakan knalpot yang tidak sesuai ketentuan, serta menghindari perilaku berkendara yang dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Bagi murid yang setiap hari berangkat ke sekolah menggunakan sepeda motor, pesan ini tentu dekat dengan kehidupan sehari-hari. Perjalanan menuju sekolah bukan sekadar urusan sampai tepat waktu, melainkan juga tentang bagaimana memastikan diri dan orang lain tetap aman.

Menggunakan helm dengan benar, mematuhi rambu lalu lintas, tidak berkendara secara ugal-ugalan, serta memastikan kendaraan sesuai ketentuan merupakan bentuk tanggung jawab yang tidak boleh disepelekan.

Terkadang, seseorang merasa aman karena jarak rumah ke sekolah cukup dekat. Ada pula yang menganggap pelanggaran kecil tidak akan menimbulkan masalah. Padahal, risiko di jalan raya tidak selalu bisa diprediksi.

Jaga Ucapan, Hargai Sesama

Selain disiplin waktu dan keselamatan berlalu lintas, disiplin sosial juga menjadi bagian penting dalam membentuk karakter murid.

Lingkungan sekolah adalah tempat bertemu dengan banyak orang yang memiliki kebiasaan, pemikiran, dan karakter berbeda. Dalam pergaulan sehari-hari, candaan memang bisa mencairkan suasana. Namun, candaan yang disertai kata-kata kasar, ejekan, atau penghinaan dapat melukai perasaan orang lain.

Karena itu, murid perlu belajar menjaga ucapan dan memahami batasan dalam berinteraksi. Berbeda pendapat tidak harus berujung pertengkaran. Bercanda tidak harus merendahkan. Menjadi teman yang menyenangkan juga berarti mampu membuat orang lain merasa dihargai.

Di era media sosial, sikap tersebut semakin penting. Komentar yang ditulis dengan terburu-buru dapat menyakiti orang lain, bahkan menyebar jauh melampaui lingkungan sekolah.

Disiplin dalam berbicara dan bermedia sosial menunjukkan bahwa kedewasaan bukan ditentukan oleh usia semata, melainkan oleh kemampuan mengendalikan diri dan mempertimbangkan akibat dari tindakan kita.

Taat Aturan, Bukan Berarti Kehilangan Kebebasan

Dalam kehidupan sekolah, murid juga diingatkan untuk menaati peraturan yang berlaku, termasuk tidak merokok dan menghindari tindakan yang bertentangan dengan tata tertib.

Masa SMA memang menjadi waktu untuk mengenali diri, mencoba hal baru, dan membangun pergaulan. Namun, kebebasan perlu disertai tanggung jawab. Tidak semua ajakan teman harus diikuti, apalagi jika berisiko merugikan diri sendiri atau orang lain.

Mematuhi aturan bukan berarti tidak memiliki keberanian untuk menentukan pilihan. Justru, diperlukan keberanian untuk mengatakan tidak pada sesuatu yang salah, meskipun hal itu sedang dilakukan oleh banyak orang.

Murid yang disiplin bukanlah murid yang tidak pernah melakukan kesalahan. Ia adalah murid yang bersedia belajar, memperbaiki diri, dan bertanggung jawab atas setiap keputusan yang diambil.

Kegiatan Police Goes To School yang dilaksanakan Sat Lantas Polres Kutai Timur di SMAN 1 Sangatta Selatan menjadi pengingat bahwa pendidikan karakter tidak hanya berlangsung di dalam kelas. Kesadaran tentang aturan, etika, dan keselamatan juga tumbuh melalui pesan-pesan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Pada akhirnya, menjadi generasi muda yang tangguh dan berkarakter tidak cukup hanya dengan mengetahui mana yang benar. Hal terpenting adalah berani membiasakan diri melakukan hal yang benar, bahkan ketika tidak ada yang melihat.

Sebab, disiplin di sekolah membentuk tanggung jawab, etika dalam pergaulan membangun rasa hormat, dan tertib berlalu lintas membantu menjaga kehidupan. Semuanya berawal dari satu hal sederhana: kesadaran untuk menjaga diri dan menghargai sesama.

SMANSatSet — cepat tanggap, cepat belajar, cepat berkarya.

Berita & Artikel Lainnya

Close Welcome Bar