Lompat ke konten
Home » BERITA PRESTASI SEKOLAH » Semakin Mendalam, Guru SMANSATSET Perkuat Pemahaman Prinsip Pembelajaran dan Taksonomi SOLO di Hari Ketiga IHT

Semakin Mendalam, Guru SMANSATSET Perkuat Pemahaman Prinsip Pembelajaran dan Taksonomi SOLO di Hari Ketiga IHT

@Penulis: Musdalifa, S.Pd

Semangat belajar dan berkolaborasi terus mewarnai kegiatan In House Training (IHT) SMAN 1 Sangatta Selatan (SMANSATSET) yang memasuki hari ketiga di Hotel Zenova Sangatta. Dengan didampingi oleh fasilitator, Pak Rubito dan Bu Dewi Meizun, para guru kembali mengikuti rangkaian kegiatan penguatan pemahaman tentang Pembelajaran Mendalam.

Pada hari ketiga ini, peserta berfokus pada dua kegiatan utama, yaitu perumusan indikator dan kegiatan berdasarkan prinsip Pembelajaran Mendalam melalui LK 3 serta pemahaman Taksonomi SOLO melalui LK 4.2.

Melalui LK 3, para guru mendalami tiga prinsip utama Pembelajaran Mendalam, yaitu berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Ketiga prinsip tersebut menjadi landasan penting dalam merancang pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga mendorong keterlibatan aktif dan pengalaman belajar yang bermakna bagi murid.

Dalam kegiatan ini, peserta merumuskan indikator dan contoh penerapan setiap prinsip dalam pembelajaran. Mulai dari membantu murid memahami tujuan pembelajaran, menghubungkan materi dengan kehidupan sehari-hari, memberikan kesempatan untuk berkolaborasi, hingga menciptakan suasana belajar yang menyenangkan melalui permainan, tantangan, dan apresiasi.

Selanjutnya, melalui LK 4.2, para guru mempelajari Taksonomi SOLO (Structure of Observed Learning Outcomes) yang menggambarkan perkembangan kualitas pemahaman murid melalui lima tingkatan, yaitu Prestructural, Unistructural, Multistructural, Relational, dan Extended Abstract. Pemahaman terhadap tingkatan ini diharapkan membantu guru merancang aktivitas dan asesmen yang mampu mendorong murid berkembang dari sekadar mengetahui informasi hingga mampu menghubungkan, mengembangkan, dan menerapkan pengetahuan dalam konteks yang lebih luas.

Diskusi dan kerja kelompok menjadi bagian penting dalam kegiatan hari ketiga. Para guru saling bertukar gagasan, menganalisis contoh, serta menghubungkan konsep yang dipelajari dengan praktik pembelajaran di kelas masing-masing.

Keberhasilan pelaksanaan IHT juga terlihat dari hasil analisis pre-test dan post-test guru yang menunjukkan adanya peningkatan positif. Hasil tersebut menjadi indikasi bahwa kegiatan IHT memberikan kontribusi terhadap peningkatan pemahaman guru mengenai materi yang dipelajari. Dengan demikian, pelaksanaan IHT dinilai berhasil dalam memperkuat pemahaman dan kesiapan guru untuk menerapkan Pembelajaran Mendalam di kelas.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para guru SMANSATSET semakin siap menghadirkan pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan, serta mampu mendorong murid mencapai pemahaman yang lebih mendalam.

SMANSATSET terus bergerak, belajar, dan berkolaborasi untuk menghadirkan pembelajaran yang semakin mendalam dan berdampak bagi murid.

@SMANSatSet – Cepat Belajar, Cepat Tanggap, Cepat Berkarya

Salam SatSet.

Berita & Artikel Lainnya

Close Welcome Bar